Selasa, 15 Desember 2015

DENGAN DIRI...



Hahhh… jeda sebentar setelah pengumpulan data penelitian yang begitu panjang. Sebenarnya bukan karena tingkat kerumitan melainkan lebih pada faktor kedisiplinan. Tentang waktu. Sepertinya ajian The Power of Kepepet kadang disalahartikan pada beberapa hal. Manjur sih, namun hasilnya bisa jadi kurang maksimal karena kemrungsung ingin segera ‘matang’. Belum lagi tambahan tekanan pada pikiran yang membuat emosi cepat terkumpul, meluap, dan jadi muntahan. Dannn di luar kuasa hati, nyiprat kepada orang-orang sekitar. Maafkan!

Baik, penting untuk tetap fokus menyelesaikan walau idealisme agak terkikis. Ya, agak saja. Karena masih terselamatkan oleh sisi batin yang berujar ‘sontoloyo’ bila sampai tengil menodai rejeki. Aku tidak se-konyol itu! Maka sabar adalah sikap gratis yang harus terus dirintis. Sulit? Iya. Tapi yang sulit itu bukan berarti tidak bisa dilakukan.

Ojo janji lah, mbokan angel nepati.  Sudah bertahun-tahun begini, tanda belum mampu memperbaiki diri. Allah saja yang maha baik, begitu baik, terus memberi kesempatan yang sama. Rasanya cukup malu untuk tidak mengubah pola, menyambut kucuran rahmat berikutnya. Pola pikir! yang akan menjadi sopir untuk setiap ‘penumpang’ hingga selamat sampai tujuan, meski (jelas) bukan tanpa halangan. Dannn itu bukan janji, bukan mimpi, namun niat yang dibawa dari hati. Setulusnya, saestu.

GS A/3 - 03.02 AM
*w/ kolak pisang. Jam segini? Siapa takut! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

-popular posts-