Postingan

DARAS BUKU THE BARAKAH EFFECT - CHAPTER 1

Gambar
Sumber: Baca Bareng Club   Alhamdulillah. Minggu pagi ini berkesempatan bergabung dengan Komunitas Baca Bareng Club (BBC) yang mengadakan Daras Buku ke-4 berjudul The Barakah Effect: More with Less , yang konon cukup viral di Indonesia setelah dibaca atau direkomendasikan oleh Nikita Willy 😀 (Aku "dengar" dari obrolan di Komunitas Semarang Baca). Agenda daras buku ini kali kedua kuikuti. Sebelumnya, daras buku The Art of Reading: An Introductory Manual for Lifelong Learners Karya founder Lubukata, Yogi Theo Rinaldi, M.Phil. lah yang lebih dulu kusimak, sekaligus awal mula bergabung dengan komunitas ini.  Agenda pagi ini terselenggara berkat kerja sama apik antara BBC, Sunshine Publisher, dan Sekolah Pemikiran Islam (SPI). Sebelumnya, aku kulik Sunshine karena sempat ada tawaran pre-order buku yang dibahas ini. Iya, buku impor orisinal. Belum jadi check-out , di grup WA sudah ramai obrolan tentang buku versi terjemahan dalam bahasa Indonesianya. Haha, kupilih yang ini saja ...

HARI RAYA & KABAR DUKA BU MILA

Gambar
Alhamdulillah, Iduladha 1447 H tahun ini. Bangun pagi, bersiap, dan kami awal sampai lokasi. Sedikit terburu-buru karena ingin mendapat posisi terbaik, khususnya untuk Ibu yang harus salat sambil tetap duduk di kursi. Jeda tunggu kami isi sambil melafalkan takbir, mengikuti suara pelantang yang menembus telinga kami.  اَللهُ Ø£ًÙƒْبَرُ اَللهُ Ø£َÙƒْبَرُ، لاَ Ø¥ِÙ„َÙ‡َ Ø¥ِلاَّ اللهُ Ùˆَاللهُ Ø£َÙƒْبَرُ، اَللهُ Ø£َÙƒْبَرُ ÙˆَÙ„ِÙ„َّÙ‡ِ اْلحَÙ…ْدُ Biasanya, kami sibuk dengan gawai: foto lokasi, wefie , cek pesan, dan unggah status semau sendiri. Namun, tidak kali ini. Kinash cenderung manut , Raya aman walau belum sarapan, Ibu tenang di atas kursi pada arah yang presisi, suami sudah menuju saf depan dengan langkah pelan, dan aku masih terus ndremimil melafazkan takbir semampuku ,  sambil sesekali melirik para jamaah putri yang membungkukkan badan tanda permisi, untuk masuk barisan saat lewat di depan kami. Sumber: Dokumentasi Pribadi - AI Image Generator Tepat 6.15 WIB, imam mulai memimpin salat. ...

GEN-AI LITERACY BUDDY: PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

Gambar
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Gen-AI Literacy Buddy Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar sosialisasi dan pelatihan praktik baik ( best practice ) pemanfaatan AI dengan mempertimbangkan aspek etis secara luring bagi peserta didik SMK Negeri Jawa Tengah. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kecakapan (literasi) AI, khususnya dalam menghasilkan konten grafis dan multimedia. Bertempat di Ruang Ava SMK Negeri Jawa Tengah, Jl. Brotojoyo No. 1, Plombokan, Semarang Utara, pelatihan berlangsung pada Selasa (17/6) dan diikuti oleh 38 peserta didik, serta didampingi guru sebagai mitra pengabdian. Tim pengabdian terdiri atas Prof. Dr. Rustono, M.Hum., Dr. Santi Pratiwi Tri Utami, M.Pd., dan Dr. Nadia Sigi Prameswari, M.Sn. dari Fakultas Bahasa dan Seni UNNES. Mereka menyosialisasikan pedoman etik penggunaan AI. Materi awal terkait studi kasus permasalahan-permasalahan etis, misalnya konten berbahaya, hak cipta, pelanggaran privasi, dan orientasi konten; serta aspek-aspek etika penggunaa...

SAKIT, SEMBUH, DAN TUMBUH

Gambar
  Sumber: Dokumentasi Pribadi Selesai dalam sekali buka. Membaca halaman-halaman awal tulisan Dik Praba ini, ingatanku langsung connect dengan materi-materi inner game -nya Mr. Sony dan mindfulness -nya Mas Adjie. Lema "pemulihan" sepertinya tepat merepresentasikan muara akhir dari cerita yang dikisahkan. Fase sakit, sembuh, dan tumbuh tentu saja bukan tahapan mudah. Sepanjang tuturan dalam 112 halaman, ada banyak pergolakan yang diwakili oleh diksi-diksi nggegirisi macam cemas, gelisah, sulit, tertinggal, sendiri, panik, takut, sepi, kabur, abai, kalah, hilang, sesak, lelah, curiga, terlambat, dan gagal hingga beralih ke diksi-diksi yang ngayemi  macam tenang, sadar, bebas, selamat, belajar menunda, berhenti menawar, pasrah, berdamai, memaafkan, membangun, melangkah, menikmati, dan kemudian menghormati.  Sekian lama pakai "kacamata" orang kupahami sangat melelahkan. Setiap laku berdesak-desakan disertai pikiran berlebih yang mewujud menjadi sepertinya, kayaknya, mu...

VOLUNTRIP: JELAJAH DESA DAN TANAM KOPI

Gambar
Sumber: Dokumentasi Pribadi Alhamdulillah. Akhir bulan lalu, aku dan keluarga bisa menyempatkan waktu mengikuti kegiatan voluntrip , yang diinisiasi Lembaga Amil Zakat Solo Peduli dan Komunitas Mlipiria . Seperti namanya, agenda ini diadakan dengan format melakukan perjalanan ,   sekaligus menjadi volunter atau sukarelawan. Perjalanan dilakukan dengan menelusuri atau menjelajah Desa Samiran, di lereng Gunung Merapi-Merbabu, Kec. Selo, Boyolali. Adapun kegiatan volunter diwujudkan dengan menanam bibit kopi di beberapa titik seputaran desa tersebut. Kegiatan ini dibagi dalam 2 batch , kami mengikuti batch 1 pada Minggu pagi, 30 November lalu. Kami sepakat berangkat H-1 sambil menikmati Selo terlebih dahulu. Menemukan penginapan di daerah ini tidak terlalu sulit, ada banyak homestay yang dikelola warga lokal, penginapan model waralaba, atau hotel-hotel skala nasional. Namun, kami tetap coba meminta rekomendasi panitia agar lebih efisien waktu saat menentukan. Setelah menghubungi bebe...

The Art of Reading - Membaca Buku tentang Cara Membaca Buku!

Gambar
  Sumber: @tb.lubukata Menyimak webinar -lebih tepatnya booktalks - yang membahas buku The Art of Reading dua hari yang lalu memberiku beberapa wawasan baru. Buku ini dibahas plus dipromosikan oleh penulisnya langsung: Yogi Theo Rinaldi. Selain ketertarikanku yang besar mengenai literasi dasar baca dan tulis, rasa penasaran pada diksi “art” dalam judul buku itu pula, yang membuatku klik registrasi untuk gabung dalam acara ini. Aku cukup fokus menyimak paparan Pak Yogi sepanjang lebih kurang 40 menit, mencatat beberapa hal menarik, dan coba mengikat poin-poin penting versiku via tulisan ini. Paparan diawali dari eksplorasi atas beberapa problem yang menghinggapi daya literasi masyarakat di Indonesia sampai dengan saat ini. Seperti biasa, data faktual yang sering dimunculkan untuk mengawali adalah data soal minat baca. Agak sedikit berbeda, Pak Yogi menambahkan kata “buku” setelah kata “baca”: minat baca buku ! Artinya, bisa jadi aktivitas membaca hal lain, seperti membaca komentar ...

JALAN RUHANI SEORANG IBU

Gambar
Sumber: Dokumentasi Pribadi Selesai sekali baca. Buatku, isi buku ini bukan pemahaman baru. Namun, justru berperan amat besar sebagai pengingat akan banyak hal. Pengingat akan ruang dalam diri yang perlu kontinu dibersihi dan waktu yang perlu dikosongkan, bukan sekadar diluangkan. Jalan rohani seorang ibu, dalam konteks ini, tidak butuh panggung dan pengakuan. Ikhtiar via kelekatan dengan mushaf, doa, dzikir, saum, sedekah, dan bakti atas orangtua pun suami - bisa jadi senjata tak terlihat, jalur cepat, penjaga, sekaligus bagian dari kelayakan diri menjadi tempat turunnya rahmat dan dicukupkan-Nya pertolongan. Laku ini butuh niat, konsistensi, dan ketulusan dalam gerak yang rutin, berulang, dan bermakna. Apalagi, era ini menghadirkan pribadi yang kadang butuh alasan untuk patuh, pribadi yang mesti ditempa untuk memaafkan berkali-kali, pribadi yang terus diuji: akankah dia akan terus memohon atau berhenti.