Postingan

MATA KATA

Gambar
Horay... begitu reaksiku ketika kali pertama penulis buku ini @meinafebri memberi kabar kalau buku sudah selesai cetak dan sudah nangkring di meja kerjaku 101 😊 Tepat setahun lalu, sejawat kerenku ini mengirim draft awal dan meminta sekadar blurb dari keseluruhan tulisan. Tentu saja aku tidak keberatan. Kubaca pelan, persis dengan formasi 10 artikel (yang semuanya) andalan. Seminggu kemudian, kukirimkan: Esai-esai dalam Mata Kata adalah potret upaya Meina Febriani untuk menyuarakan ihwal bahasa, sastra, pendidikan, dan perempuan dari jarak dekat. Teropong kelekatan itu dibidik sesuai porsinya sebagai seorang Ibu, yang juga pengajar, pemerhati, dan peneliti. Tulisan-tulisannya adalah konstruk logika yang provokatif dengan sesekali menghadirkan pertanyaan retoris-kritis, didampingi telusur teoretis. ========= Artikel ke-10 "Perempuan Akar di Tapak Pertanian Urban" tentu paling kukenal 😊 Ketika akan diikutkan dalam lomba esai awal tahun lalu, aku sempat lebih dulu membaca dra...

TEACHING WITH HUMOR

Gambar
Butuh waktu lamaaa sekali untuk menyelesaikan buku ini 😊 sungguh magerku tak teratasi dengan komitmen untuk baca buku minimal 15 menit/hari. Dalam proses baca, kontennya menurutku fluktuatif sekali: bagian awal berhasil menimbulkan euforia, bagian akhir beneran tinggal sisa-sisa tenaga saking nahan bosan baca pemodelannya 😊 Bagian awal menghadirkan format opini-esai yang komunikatif. Keempat penulisnya tidak hanya menghidangkan pengalaman memberdayakan humor dalam pembelajaran, tetapi juga membagikan perspektif bahwa humor sebagai produk kebudayaan yang tidak bebas misi. Sisi urgen menghadirkan humor kompak disampaikan, sembari mengingatkan potensi konflik akibat interaksi dalam konteks over-sensitive macam agama, kelas sosial, dan gender. Dalam konteks pembelajaran, humor bisa digunakan sebagai jalan ninja untuk menghidupkan suasana dan menyuguhkan energi positif. Strategi pedagogi tersebut bisa diimplementasikan oleh warga kelas atas komando guru atau dosen. Semua penulis meyakinka...

THE WHITE BOOK

Gambar
Nemu "The White Book" di Pameran Literasi - @polluxmallparagon beberapa minggu lalu. Tentu saja kata "book" pada judul lah yang pertama memprovokasi. Yaps, membaca buku tentang buku masih jadi favoritku. Sesuai judul, dominan isi buku merujuk pada benda atau hal berwarna putih dengan berbagai representasinya. Dari tiga bagian isi buku dengan total 66 cerita, putih menjadi pangkal cerita, kemudian Ibu Kang memberi kebebasan kepada pembacanya untuk mereka-reka makna, alih-alih menerka. Penerima Nobel Sastra 2024 ini dengan apik menuturkan bahwa putih bisa melambangkan sosok berharga, tanda kehidupan, kesan kudus, perpisahan dengan sesuatu di dalam diri, ketidakpastian, kesunyian, dan lain-lain. Tuturan atas makna-makna tersebut terselubung dalam cerita tentang air susu ibu, lilin, cahaya, embun, kristal es, salju, ombak, garam, gula, tulang, beras, kafan, asap, gigi, dan sebagainya. Kosa kata yang baru bagiku: Sanma Kalkir Klavikula Hawar Buluh Menguar Akromatik Hanj...

DARAS BUKU THE BARAKAH EFFECT - CHAPTER 1

Gambar
Sumber: Baca Bareng Club   Alhamdulillah. Minggu pagi ini berkesempatan bergabung dengan Komunitas Baca Bareng Club (BBC) yang mengadakan Daras Buku ke-4 berjudul The Barakah Effect: More with Less , yang konon cukup viral di Indonesia setelah dibaca atau direkomendasikan oleh Nikita Willy 😀 (Aku "dengar" dari obrolan di Komunitas Semarang Baca). Agenda daras buku ini kali kedua kuikuti. Sebelumnya, daras buku The Art of Reading: An Introductory Manual for Lifelong Learners Karya founder Lubukata, Yogi Theo Rinaldi, M.Phil. lah yang lebih dulu kusimak, sekaligus awal mula bergabung dengan komunitas ini.  Agenda pagi ini terselenggara berkat kerja sama apik antara BBC, Sunshine Publisher, dan Sekolah Pemikiran Islam (SPI). Sebelumnya, aku kulik Sunshine karena sempat ada tawaran pre-order buku yang dibahas ini. Iya, buku impor orisinal. Belum jadi check-out , di grup WA sudah ramai obrolan tentang buku versi terjemahan dalam bahasa Indonesianya. Haha, kupilih yang ini saja ...

HARI RAYA & KABAR DUKA BU MILA

Gambar
Alhamdulillah, Iduladha 1447 H tahun ini. Bangun pagi, bersiap, dan kami awal sampai lokasi. Sedikit terburu-buru karena ingin mendapat posisi terbaik, khususnya untuk Ibu yang harus salat sambil tetap duduk di kursi. Jeda tunggu kami isi sambil melafalkan takbir, mengikuti suara pelantang yang menembus telinga kami.  اَللهُ Ø£ًÙƒْبَرُ اَللهُ Ø£َÙƒْبَرُ، لاَ Ø¥ِÙ„َÙ‡َ Ø¥ِلاَّ اللهُ Ùˆَاللهُ Ø£َÙƒْبَرُ، اَللهُ Ø£َÙƒْبَرُ ÙˆَÙ„ِÙ„َّÙ‡ِ اْلحَÙ…ْدُ Biasanya, kami sibuk dengan gawai: foto lokasi, wefie , cek pesan, dan unggah status semau sendiri. Namun, tidak kali ini. Kinash cenderung manut , Raya aman walau belum sarapan, Ibu tenang di atas kursi pada arah yang presisi, suami sudah menuju saf depan dengan langkah pelan, dan aku masih terus ndremimil melafazkan takbir semampuku ,  sambil sesekali melirik para jamaah putri yang membungkukkan badan tanda permisi, untuk masuk barisan saat lewat di depan kami. Sumber: Dokumentasi Pribadi - AI Image Generator Tepat 6.15 WIB, imam mulai memimpin salat. ...

GEN-AI LITERACY BUDDY: PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

Gambar
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Gen-AI Literacy Buddy Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar sosialisasi dan pelatihan praktik baik ( best practice ) pemanfaatan AI dengan mempertimbangkan aspek etis secara luring bagi peserta didik SMK Negeri Jawa Tengah. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kecakapan (literasi) AI, khususnya dalam menghasilkan konten grafis dan multimedia. Bertempat di Ruang Ava SMK Negeri Jawa Tengah, Jl. Brotojoyo No. 1, Plombokan, Semarang Utara, pelatihan berlangsung pada Selasa (17/6) dan diikuti oleh 38 peserta didik, serta didampingi guru sebagai mitra pengabdian. Tim pengabdian terdiri atas Prof. Dr. Rustono, M.Hum., Dr. Santi Pratiwi Tri Utami, M.Pd., dan Dr. Nadia Sigi Prameswari, M.Sn. dari Fakultas Bahasa dan Seni UNNES. Mereka menyosialisasikan pedoman etik penggunaan AI. Materi awal terkait studi kasus permasalahan-permasalahan etis, misalnya konten berbahaya, hak cipta, pelanggaran privasi, dan orientasi konten; serta aspek-aspek etika penggunaa...

SAKIT, SEMBUH, DAN TUMBUH

Gambar
  Sumber: Dokumentasi Pribadi Selesai dalam sekali buka. Membaca halaman-halaman awal tulisan Dik Praba ini, ingatanku langsung connect dengan materi-materi inner game -nya Mr. Sony dan mindfulness -nya Mas Adjie. Lema "pemulihan" sepertinya tepat merepresentasikan muara akhir dari cerita yang dikisahkan. Fase sakit, sembuh, dan tumbuh tentu saja bukan tahapan mudah. Sepanjang tuturan dalam 112 halaman, ada banyak pergolakan yang diwakili oleh diksi-diksi nggegirisi macam cemas, gelisah, sulit, tertinggal, sendiri, panik, takut, sepi, kabur, abai, kalah, hilang, sesak, lelah, curiga, terlambat, dan gagal hingga beralih ke diksi-diksi yang ngayemi  macam tenang, sadar, bebas, selamat, belajar menunda, berhenti menawar, pasrah, berdamai, memaafkan, membangun, melangkah, menikmati, dan kemudian menghormati.  Sekian lama pakai "kacamata" orang kupahami sangat melelahkan. Setiap laku berdesak-desakan disertai pikiran berlebih yang mewujud menjadi sepertinya, kayaknya, mu...