1W1P: TANTANGAN, TERTANTANG, MENANTANG

Sumber Foto: tokopedia.com

 

Alhamdulillah. Akhirnya sampai juga pada periode terakhir tantangan 1 week 1 post-nya komunitas Gandjel Rel Semarang (Gres). Pertama kali tahu info program ini dari grup WA anggota. Kupikir “seru juga nih tantangan”, mengingat ada waktu yang harus disisihkan untuk menulis, walau tidak sibuk sekali dan tidak selalu tahu banyak hal. Tanpa pikir panjang, langsung klik tautan untuk gabung dalam second line grup WA komunitas, khusus untuk program ini. Beberapa teman Gres turut serta pula walaupun tidak semua. Berada dalam lingkungan yang positif, kuyakini turut mengiringku ke arah positif pula. Begitu masuk dalam grup, penjelasan dari admin grup yang cukup instruktif dan sangat jelas amat membantuku memahami aturan dan ketentuan yang kemudian menjadi kesepakatan.


Menurutku dari sekian banyak aturan dan ketentuan, yang terseru adalah ketentuan tema yang diberikan setiap akhir pekan dan aturan mendapatkan poin dari setiap tantangan menulis yang tertuntaskan. Huhuhu, awalnya aku memahami pelan-pelan, mengira-ngira kemampuan, dan langsung tancap gas mulai tertantang menaklukkan. Aku masih ingat periode pertama bertema “Kanjuruhan”. Saat itu, tema ini sedang hangat dibicarakan. Namanya saja tema, tentu saja cakupannya luas dan besar. Aku memilih mengambil sudut pandang dari sisi penonton anak-anak yang turut banyak menjadi korban. Selesai periode pertama, periode-periode berikutnya bisa kuselesaikan walau beberapa mepet dengan tenggat waktu pada akhir pekan.


Dari delapan tema yang dilempar, buatku satu tema termudah adalah buku favorit. Relatif mudah karena aku bisa mengeksplorasi dengan cepat hal apa yang akan menjadi bahan tulisan. Well, termudah ya cerita saja buku yang saat itu sedang kubaca. Buku “Mindset”-nya Carol S Dweck lah yang kemudian kena sorot untuk diulas pada bagian-bagian awal yang telah tuntas kubaca sebelumnya. Bagiku, tema yang paling menantang adalah tema periode 7: “kebaya merah”. Walau bebas, anggapan yang dominan muncul di pikiran tentu terkait kasus viral konten dewasa yang diperankan wanita muda berkebaya merah. Aku tidak terlalu mengikuti kasus tersebut, sekilas saja membaca beberapa headline koran yang mengangkat kasus tersebut. Nah, di sinilah upaya untuk mendapat bahan tulisan, eksplorasi angle, dan penentuan akhir dibutuhkan. Aku coba membaca beberapa referensi terkait pornografi yang terfokus pada dampak bagi anak, kemudian memutuskan untuk menuliskan tips sederhana terkait upaya preventif yang bisa dilakukan orang tua.


Wuuuh… selesai walau tidak terlalu puas dengan keseluruhan tulisan, tetapi membaca delapan tulisan nangkring di beranda laman pribadi setiap minggu adalah sebuah pencapaian. Terima kasih wahai tim GR atas program ini. Mari berlanjut! 😊


#1W1P
#GandjelRel


Komentar

Postingan Populer