Minggu, 26 April 2009

AKIBAT SOK GAYA


Perbuatan pamer, entah bagaimanapun cara dan apapun tujuannya memang bisa membuat orang yang melihatnya menjadi sebal. Apalagi yang tujuannya hanya untuk gaya-gayaan saja. Bahkan apabila tidak berhati-hati justru akan membuat malu sendiri, layaknya senjata makan tuan. Hal tersebut juga terjadi disalah satu kost yang ada di kota Solo. Teman-teman saya yang menjadi salah satu penghuninya merasa sangat sebal dengan teman kostnya yang bernama Andhika. Hingga suatu hari karena saking sebalnya, mereka rame-rame membalas dengan keisengan mereka.
Begini yang diceritakannya kepada saya, Andhika seorang mahasiswa jurusan Seni Rupa di Solo yang lagaknya minta ampun. Karena rumahnya di Yogyakarta, maka dia memilih kost di belakang kampusnya. Sudah menjadi kegiatan rutin anak-anak kost di situ, tiap sore mereka bermain sepakbola, apalagi ada kebun milik tetangga kost yang sudah disulap menjadi lapangan bola mini.
Selesai bermain sepakbola, mereka biasanya langsung nongkrong di teras kost sekaligus menunggu bedug Mahgrib. Sore itu sambil istirahat, Andhika mengutak-atik HP seri terbarunya yang sudah beberapa hari ini selalu ditenteng kemana-mana. Tiba-tiba dia berlagak menerima telepon, sambil senyum-senyum dan berbicara cukup keras: “Ohhh...ya sayang, aku habis main bola nih, biasa nyari keringat...!...oke ntar aku jemput jam 7 ya...ahh, kemana aja terserah kamu, apa sih yang enggak buat kamu, hehehehe...”
Sambil terus mendengar Andi nerocos bicara lewat hp itu, teman-teman kost yang duduk di dekatnya menjadi terheran-heran sendiri, lha wong tidak ada bunyi dering hp kok tiba-tiba si Andhika nerima telepon. Iseng-iseng, si Seno, temanku yang didukung teman-teman kost lainnya mencoba menelepon ke no hp milik Andhika dan tiba-tiba “tett..tett..tett..” terdengar nyaringnya ringtones dari hp Andhika. Teman-teman kostnya pun langsung tertawa terbahak-bahak, kalau memang sedang untuk menerima telepon sungguhan tentunya hp Andhika tidak bisa dihubungi atau terdengar nada sibuk.
Mendengar hpnya berbunyi Andhika malah bingung sendiri dan langsung merah padam mukanya. Oalaah, ternyata Andhika cuma pura-pura bergaya seolah-olah ada cewek yang sedang meneleponnya.
Hahahahahaha...

Penulis: Santi Utami

'dimuat di majalah GENTA, 5-19 Mei 2008'

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

-popular posts-