• KECOLONGAN (LAGI)

    Sumber: https://mediaindonesia.com

    Judulnya tidak asik! Biarlah, sepertinya kondisi memang sedang tidak asik. Belum juga kecewa yang berasal dari telinga itu lenyap. Lah... kemarin mesti kutelan kecewa yang dihadirkan oleh mata. Oh, bukan! Aku tak sedang menyalahkan telinga dan mata. Keduanya amat berfungsi sebagai indera. Lagipula, aku tahu keduanya tak mungkin bermuka dua.

    Memangnya ada yang bermuka dua? Sepertinya. Sanggup? Ya... buktinya begitu. Bisa jadi, itu memang sebuah keahlian. Kutenggarai butuh mental (yang sok) kuat, bedak tebal,  dan strategi lisan kelas dewa. Sempurna!

    Aku menyebut mereka Si Telinga dan Si Mata. Keduanya membuatku melongo amat lama kala fakta terdengar dan terbaca. Awalnya, aku merintih dan sangat prihatin. Namun, kemudian pelan menepuk dahi menyadari kehebatan peran yang dimainkan dengan rapi.

    Si Telinga, hmmm... aku amat sukar menemukan kekurangannya. Ia dikasihi banyak liyan, berterima saat bicara, tekun, dan sabar. Untaian kata-katanya matang. Tempat aduan yang menawan. Rapi dalam menyikapi kondisi. Sulit kutemui sisi buruknya, sampai kemudian suara itu berseru.


    Si Mata, hmmm... lama tak kudengar kabar tentangnya. Terakhir, aku melihat undangan perjamuannya di meja. Itu saja. Hubungan kami amat biasa, tetapi apresiasi tinggi selalu kuberikan padanya. Bagi kami, buku adalah penyatu. Aku ingat, dulu namanya sering kusebut sebagai teladan di hadapan adik-adiknya. Sampai suatu ketika, tulisan itu mencekik rasa.

    Lalu apa salahnya? Tak ada. Terus? Aku hanya ingin mengungkapkan bahwa semua akan baik-baik saja. Akan kubantu membalut es yang kalian simpan. Walau, lelehannya akan merembes kemana-mana.

    Eh ada lagi? Aku ingin bilang bahwa aku terpaksa mengikuti jejak kalian. Aku benci harus pura-pura berbaik hati dan merapal kata bijaksana. Persis sama seperti kalian yang bersikap seolah tak ada apa-apa di hadapan pemuja. Ayu dalam laku semu dan petikan gitar yang membius kalbu. Namun, seperti kubilang tadi... saat ini semua akan baik-baik saja. Besok? entahlah jua.


    #Graha Sartika A/3
  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar