Kamis, 28 Oktober 2021

DARI TOKO BUKU KE TOKO BUKU

Sumber: Dokumentasi Pribadi


Benar. Buku ini versi semi-internasional "The Bookstore Traveller"-nya Diomedia, tebakanku di awal baca lumayan tepat juga 😄 Semi? Iya, yang The Bookstore Traveller (cek bookarazzi-8) baru menjelajah dominan area Jawa. Lumayanlah ya sebagai sampel dunia perbukuan di Indonesia. 

Hmm... "Dari Toko Buku ke Toko Buku" mengajak kita melancong buku ke Inggris Raya, Belanda, Prancis, Spanyol, Italia, Slovenia, Bulgaria, Rumania, Austria, Ceko, Polandia, Yunani, dan Jerman. Menurutku perjalanan antarnegara ini cukup mendeskripsi bahwa antusiasme seseorang terhadap buku akan selalu lahir dalam format yang adaptif dengan masanya.

Bagi sebagian kita, toko buku adalah kebun aksara. Tempat ternyaman, tujuan suaka relaksasi pikiran dan (juga) kebahagiaan. Toko buku, tentu saja punya jiwa, tidak harus yang selalu kaku nan robotik. Di luar sana, ada pendapat bahwa menghidupkan toko buku hanya bisa dilakukan bila pengelolanya selalu “hidup” pula. Buku dihormati dalam kewajaran batas, tak sekadar dianggap komoditas: harga, tata, pangsa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

-popular posts-