• DARI TOKO BUKU KE TOKO BUKU

    Sumber: Dokumentasi Pribadi


    Benar. Buku ini versi semi-internasional "The Bookstore Traveller"-nya Diomedia, tebakanku di awal baca lumayan tepat juga 😄 Semi? Iya, yang The Bookstore Traveller (cek bookarazzi-8) baru menjelajah dominan area Jawa. Lumayanlah ya sebagai sampel dunia perbukuan di Indonesia. 

    Hmm... "Dari Toko Buku ke Toko Buku" mengajak kita melancong buku ke Inggris Raya, Belanda, Prancis, Spanyol, Italia, Slovenia, Bulgaria, Rumania, Austria, Ceko, Polandia, Yunani, dan Jerman. Menurutku perjalanan antarnegara ini cukup mendeskripsi bahwa antusiasme seseorang terhadap buku akan selalu lahir dalam format yang adaptif dengan masanya.

    Bagi sebagian kita, toko buku adalah kebun aksara. Tempat ternyaman, tujuan suaka relaksasi pikiran dan (juga) kebahagiaan. Toko buku, tentu saja punya jiwa, tidak harus yang selalu kaku nan robotik. Di luar sana, ada pendapat bahwa menghidupkan toko buku hanya bisa dilakukan bila pengelolanya selalu “hidup” pula. Buku dihormati dalam kewajaran batas, tak sekadar dianggap komoditas: harga, tata, pangsa.

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar