Senin, 18 Oktober 2021

STRATEGI PENDIDIKAN DIGITAL

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Pola pendidikan digital tengah menjadi tren. Ia berevolusi dari pendidikan jarak jauh yang hadir nyaris tanpa masa perkenalan, khususnya bagi lembaga pendidikan jenjang dasar dan menengah di Indonesia. Kini, artefak digital tersebar, bebas, dan fleksibel dijadikan sumber belajar.

Selain persiapan peta jalan dan insfrastruktur, langkah strategis lain untuk mengembangkannya adalah memperkuat sumber daya, utamanya guru. Kunci penting pengembangan diri guru ialah sikap transformatif plus kemauan terus belajar. Yaps, guru adalah pengajar sekaligus pembelajar.

Secara kritis, Hambali (2021) menyebut "selain berjumpa dengan banyak murid yang tidak suka membaca buku, saya juga belum banyak berjumpa dengan guru yang memiliki kebiasaan baca buku". Peningkatan kompetensi diri guru mestinya dibarengi dengan aktivitas berliterasi (baca tulis) hingga taraf kritis dan reflektif terhadap isi bacaan.

Persepsi kritis, intepretasi, dan menuliskan kembali hasil bacaan bisa menjadi gerakan dinamis yang akan menopang pedagogi kritis. Mengingat, konfigurasi pembelajaran dengan pola digital akan berubah dan perlu penyesuaian. Ubiquitous adalah pembeda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

-popular posts-