• MEMIRSA SINETRON ALA KOREA

     

    Sumber Foto: reddit.com


    Memirsa drama Korea sensasinya sama dengan menonton sinetron Indonesia. Namun, dengan kelas atau level yang berbeda. Pernyataan tersebut tentu saja asumsi pribadi yang bersifat subjektif, minimal berdasarkan pengalaman pribadi. Menikmati beberapa drama Korea, kesan pertama yang kutangkap: kembalikan waktukuuuuu! hahaha. Durasi yang cukup panjang, rata-rata 60-90 menit per episode dengan minimal 12 episode cukup menguras waktu. Soal durasi, tak jauh beda dengan sinetron Indonesia, rata-rata juga segitu. Bedanya, dulu aku menuntaskan sinetron dengan mengikuti jadwal rutin penayangannya di televisi (oh, aku sudah lupa entah tahun berapa "melahap"-nya). Karena per minggu hanya satu kali tayang (non-stripping), rasa kangennya dapet karena ditunggu peralihan dan jalan cerita berikutnya. Yang versi stripping, lumayan lah per hari selalu ada tetapi dengan jadwal yang kontinu. 

    Beberapa drama Korea yang kuingat pernah tuntas memirsa antara lain The Heirs, What Wrong With Secretary Kim?, When My Love Blooms, Suspicious Partner, Crash Landing on You, Start Up, dll. Banyak pula yang kuintip-intip saja karena cukup populer tetapi tidak sampai tuntas memirsa, antara lain Descendants of The Sun, Its Okay not to be Okay, The World of Married, dsb. Dari sekian yang kuingat, Crash Landing on You menempati urutan pertama terfavorit. Aku terpesona dengan penokohan Kapten Ri (tidak termasuk Hyun Bin ya! hahaha). Namun, alasan yang utama adalah kemegahan ide cerita yang kompleks dengan membawa suasana politis antara Korea Selatan dan Korea Utara. Ini menarik karena kompleksitas tersebut terbawa secara detail sampai dengan dialog dan tingkah laku pemerannya.

    Adegan terfavoritku dari drama Korea ini adalah ketika empat teman Kapten Ri menyusul ke Korea Selatan. Pengambaran "rasa takjub" mereka atas suasana dan kondisi Korea Selatan, menurutku, sedikit memberi gambaran bagaimana kehidupan faktual mereka (para tokoh) di Korea Utara. Bagaimana ketakjuban akan akses air bersih yang melimpah, listrik yang tanpa batas daya, selain memang menggambarkan pula gap antara kehidupan mereka secara pribadi sebagai prajurit dengan Seri sebagai anggota keluarga konglomerat Korea Selatan. Berharap akan banyak cerita-cerita anti mainstream seperti ini yang bisa ditemui pada drama-drama Korea berikutnya. Atau, boleh juga kalau akan dibuat sequel kedua. Bisa jadi, aku akan menonton lebih dari 5x pula, bila kualitas cerita sebaik yang pertama :)

    #1W1P
    #GandjelRel

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar