• KESEMPATAN BERUBAH ITU ADA, BILA MAU!

     

    Sumber: Dokumentasi Pribadi

    Apa indikator buku yang baik?


    Pertanyaan itu pernah disampaikan mahasiswa di kelas ketika membahas tentang kriteria buku best seller. Ketika itu, banyak mahasiswa mempersepsi bahwa buku best seller adalah buku yang baik. Atau sebaliknya, buku yang baik adalah buku yang best seller. Pendapat yang tidak salah, bila “baik” yang dimaksud dari sisi angka penjualan. Kriteria best seller ada pada kata kunci seller, yups bagaimana pasar merespon dengan besaran kuantitas keterserapan yang konkrit.


    Bila pertanyaan di atas dalam konteks “baik” dari sisi isi/esensi atau kebermanfaatan maka pembaca cukup bebas merdeka untuk mengklaim buku yang baik versinya. Subjektif? Menurutku iya. Pernah kubaca pendapat dari Pak Bambang Trim, praktisi perbukuan, bahwa buku yang baik adalah buku yang “bertemu” dengan pembaca yang tepat. Artinya, apa yang menjadi kontennya relate dengan kebutuhan atau keingintahuan pembacanya. Sepertinya, poin relate inilah salah satu yang membawa potensi untuk menjadikan buku tersebut sebagai buku favorit.


    ------


    Aku menemukan unsur relate itu saat nyamil buku Mindset karya Carol S. Dweck. Buku pemberian salah satu alumnus ini membius dan mengantarkanku ke saat-saat aku mikir bahwa “udah saatnya berubah”. Bersyukur karena bukan berarti dulu aku melakukan hal yang fatal, melainkan pada satu pemikiran bahwa lebih baik itu masih sangat bisa diupayakan bila ada kemauan. Normatif, tetapi kurasa saat ini efek kemauan berubah itu cukup besar andilnya. Sepertinya halnya satu kajian pustaka yang dilakukan Dweck, menyebut bahwa “setiap orang dapat berubah dan berkembang melalui pembelajaran dan pengalaman”.


    Dalam buku ini, Dweck mengklasifikasi pribadi dengan pemikiran yang tetap dan pemikiran yang tumbuh. Menurutnya,  pribadi dengan pemikiran yang tumbuh tidak akan memberi label tertentu pada dirinya dan tidak menyerah. Meskipun kecewa, mereka siap mengambil risiko, menghadapi tantangan, dan tetap menjalani hidup dalam versi terbaiknya (hal. 12). Artinya, pribadi dengan pemikiran tumbuh begitu percaya dengan konsep “upaya”. Label pribadi juga cukup memberi pengaruh, betapa banyak orang yang kadang terlalu menilai buruk kemampuannya sendiri.


    Aku akan menuntaskan buku ini (baru sampai hal 73) untuk lebih tahu konsep pemikiran yang tumbuh. Syukur bila dapat transfer energi untuk memiliki ketekunan dan daya tahan yang baik dari esensi buku ini. Menjadi pribadi yang mencintai tantangan, percaya terhadap usaha, tabah menghadapi kemunduran, dan mendapati sukses yang lebih besar tentu bukan hal yang mudah, kucoba saja dulu 😊



    #1W1P

    #GandjelRel

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar