Postingan

Menampilkan postingan dari 2022

UPAYA MEMBANGUN READING ROLE MODEL MELALUI PENDAMPINGAN PRAKTIK MEMBACA NYARING (READ ALOUD) MENGGUNAKAN CREATIVE COMMONS LISENCE-BOOKS

Gambar
  Sumber Poster: Dokumentasi Pribadi Tautan artikel:  https://journal.unj.ac.id/unj/index.php/snppm/article/view/33395

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PENDANAAN DIPA LPPM UNNES 2022

Gambar
  Sumber Poster: Dokumentasi Pribadi

1W1P: TANTANGAN, TERTANTANG, MENANTANG

Gambar
Sumber Foto: tokopedia.com   Alhamdulillah. Akhirnya sampai juga pada periode terakhir tantangan 1 week 1 post -nya komunitas Gandjel Rel Semarang (Gres). Pertama kali tahu info program ini dari grup WA anggota. Kupikir “seru juga nih tantangan”, mengingat ada waktu yang harus disisihkan untuk menulis, walau tidak sibuk sekali dan tidak selalu tahu banyak hal. Tanpa pikir panjang, langsung klik tautan untuk gabung dalam second line grup WA komunitas, khusus untuk program ini. Beberapa teman Gres turut serta pula walaupun tidak semua. Berada dalam lingkungan yang positif, kuyakini turut mengiringku ke arah positif pula. Begitu masuk dalam grup, penjelasan dari admin grup yang cukup instruktif dan sangat jelas amat membantuku memahami aturan dan ketentuan yang kemudian menjadi kesepakatan. Menurutku dari sekian banyak aturan dan ketentuan, yang terseru adalah ketentuan tema yang diberikan setiap akhir pekan dan aturan mendapatkan poin dari setiap tantangan menulis yang tertuntask...

PREVENTIF ATAS KONTEN SENSITIF

Gambar
Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi   Beberapa minggu lalu, jagad Twitter dihebohkan dengan kemunculan konten bertajuk “kebaya merah”. Selintas, penggunaan diksi yang viral ini cukup provokatif bagi yang baru mendengar atau membaca. Memang ada apa dengan kebaya merah? Begitu dominan respon awal yang muncul. Setelah ditelusur lebih dalam, istilah ini dipakai untuk mendeskripsi wanita dalam satu video berkonten dewasa yang mengenakan baju kebaya berwarna merah. Tak ayal, cukup banyak yang terkecoh dengan istilah tersebut, tak terkecuali pengguna Twitter yang masih remaja atau (bahkan) masih berusia di bawah umur. Banyak pihak, terutama orang tua tentu telah mengupayakan berbagai cara agar anak-anak tidak terpapar konten-konten yang demikian. Namun, kemerdekaan akses dan minimnya pendampingan saat anak-anak berselancar ( searching ), kadang menjadi pembuka kran atas akses konten-konten tersebut. Apalagi, penggunaan istilah yang mendukung viralitas konten juga tidak dapat selalu ditebak...

ANTUSIAS MENAPAK TILAS DENIAS

Gambar
Sumber Foto: http://pilea-eureka.blogspot.com/ Senang banget. Iya, begitu gambaran perasaan ketika aku berada di dalam mobil jeep warna putih sore jelang petang hampir 15 tahun lalu. Mobil kekar itu membawaku dari Timika menuju Tembagapura, kota di atasnya. Jalannya terjal menanjak di jalanan keras bebatuan khas pegunungan. Aku yang duduk di bagian belakang terombang-ambing dan beberapa kali ingin muntah, mual sekali. Sesekali aku melirik lewat jendela samping, wuuuh… awan putih bersih bergumpal-gumpal ada tepat di sebelah kaca. Spontan aku nyeplos: “Kayak di (film) Denias ya”, dan sopir jeep dengan lekas menyahut: “Kan memang shooting -nya di sini”.  === Denias kutonton sebelum berangkat ke Tembagapura tahun 2007 lalu. Aku menyetujui kontrak mengajar persiapan ujian akhir bagi para peserta didik SMP di bawah Yayasan Pendidikan Jayawijaya. Ada dua tim yang berangkat, satu tim bertugas di Mimika dan satu tim bertugas di Tembagapura. Aku masuk tim yang bertugas di Tembagapur...

TETAP BACA BUKU MESKI MOOD SEDANG BUNTU!

Gambar
  Sumber: https://www.ekrut.com/media/bad-mood Sebagai pecinta buku, saya kadang menemu rasa semangat yang membuncah pun rasa malas yang sangat untuk beraktivitas dengan buku. Mood swing cukup berpengaruh, walau tidak terlalu parah. Bila good mood , saya merasakan sekali “senengnya” baca buku, semangat nerima hal-hal baru, stabilo sana-sini bagian-bagian seru dan mindfulness , menikmati alur dan pola pikir penulisnya. Bagaimana bila sedang badmood ? Terkadang dalam kondisi yang tidak ideal tersebut, saya coba untuk menolong diri sendiri 😊   Badmood yang saya rasakan biasanya karena amburadulnya manajemen waktu, yang akhirnya mbulet mau ngerjain yang mana dulu. Mengapa amburadul? Karena belum mampu menyingkirkan distraksi. Nah, rumit! 😊 Kalau sudah teridentifikasi masalah internal begini, tentu saya harus berupaya pula membantu diri secara internal pula. Buat saya, menyamankan diri menjadi senjata pertama dan utama.   Beberapa hal yang saya lakukan untuk...

KESEMPATAN BERUBAH ITU ADA, BILA MAU!

Gambar
  Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi Apa indikator buku yang baik? Pertanyaan itu pernah disampaikan mahasiswa di kelas ketika membahas tentang kriteria buku best seller . Ketika itu, banyak mahasiswa mempersepsi bahwa buku best seller adalah buku yang baik. Atau sebaliknya, buku yang baik adalah buku yang best seller . Pendapat yang tidak salah, bila “baik” yang dimaksud dari sisi angka penjualan. Kriteria best seller ada pada kata kunci seller , yups bagaimana pasar merespon dengan besaran kuantitas keterserapan yang konkrit. Bila pertanyaan di atas dalam konteks “baik” dari sisi isi/esensi atau kebermanfaatan maka pembaca cukup bebas merdeka untuk mengklaim buku yang baik versinya. Subjektif? Menurutku iya. Pernah kubaca pendapat dari Pak Bambang Trim, praktisi perbukuan, bahwa buku yang baik adalah buku yang “bertemu” dengan pembaca yang tepat. Artinya, apa yang menjadi kontennya relate dengan kebutuhan atau keingintahuan pembacanya. Sepertinya, poin relate inilah salah s...

MEMIRSA SINETRON ALA KOREA

Gambar
  Sumber Foto: reddit.com Memirsa drama Korea sensasinya sama dengan menonton sinetron Indonesia. Namun, dengan kelas atau level yang berbeda. Pernyataan tersebut tentu saja asumsi pribadi yang bersifat subjektif, minimal berdasarkan pengalaman pribadi. Menikmati beberapa drama Korea, kesan pertama yang kutangkap: kembalikan waktukuuuuu! hahaha. Durasi yang cukup panjang, rata-rata 60-90 menit per episode dengan minimal 12 episode cukup menguras waktu. Soal durasi, tak jauh beda dengan sinetron Indonesia, rata-rata juga segitu. Bedanya, dulu aku menuntaskan sinetron dengan mengikuti jadwal rutin penayangannya di televisi (oh, aku sudah lupa entah tahun berapa "melahap"-nya). Karena per minggu hanya satu kali tayang (non- stripping ), rasa kangennya dapet karena ditunggu peralihan dan jalan cerita berikutnya. Yang versi stripping , lumayan lah per hari selalu ada tetapi dengan jadwal yang kontinu.  Beberapa drama Korea yang kuingat pernah tuntas memirsa antara lain The Hei...

TETAPLAH BERSYUKUR!

Gambar
  Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi Semacam "kitab" yang mengingatkan urgensi rasa syukur atas apapun yang kita hadapi dalam kehidupan. Menurut saya, buku ini "ringan" dan bisa diakses mulai dari anak seusia jenjang dasar sekalipun. Bahasa mudah dimengerti. Isi dominan berisi repetisi atas tips langkah mudah menjadi pribadi yang penuh syukur. Kutipan favorit: "Orang yang tidak sudi mensyukuri nikmat yang kecil berarti melepaskan nikmat yang besar". Selamat membaca!

ELEMENT OF SURPRISE DALAM KONTEN VIRAL

Gambar
Sumber Foto: Tribun Pontianak Istilah viral telah menjadi istilah yang familier bagi masyarakat saat ini, khususnya masyarakat pengguna media sosial. Kata dasar viral secara harfiah bersifat cepat menyebar secara luas. Di ranah media sosial, istilah viral merujuk pada penyebaran konten dari satu pengguna/akun ke pada pengguna/akun lain . Perilaku memviralkan ( viral behavior ) dengan klik likes , share , dan comments dilakukan pada konten-konten yang menarik bagi pemilik akun. Artinya, k onten menjadi suatu komoditas yang sengaja diproduksi ( user generated content ) , disebarluaskan, dan dikonsumsi oleh masyarakat pengguna media sosial . Dengan lonjakan kuantitas konten yang sebanding dengan kecakapan pengguna media sosial saat ini, potensi viralitasnya menjadi amat tinggi. Selain kecakapan digital masyarakat pengguna media sosial, terdapat beberapa faktor lain yang dapat menjadi penyebab viralitas sebuah konten (Agustina, 2020). Faktor-faktor tersebut antara lain: (1) konekt...

DUKA DI KANJURUHAN: MENILIK PROSEDUR KESELAMATAN PARA SUPORTER CILIK

Gambar
  Sumber Foto: https://www.republika.co.id/ Astaghfirullah. Ucapan pertama begitu kubaca headline di feed salah satu portal berita daring saat scrolling time jelang tidur malam tiga hari lalu. Straight news yang muncul baru sekadar memberitakan ada peristiwa kerusuhan pascalaga tuan rumah Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang. Baru beberapa jam kemudian, lewat tengah malam, feed hampir seluruh akun berita yang ku- follow menyampaikan jumlah korban yang mencapai ratusan orang. Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji' ụ n . Esok harinya, 2 Oktober 2022, pemberitaan kian gencar. Kuperhatikan, sudut berita beragam, mulai dari isu kronologi kejadian, pelanggaran prosedur penangganan kericuhan, keputusan penggunaan gas air mata di dalam stadion yang tidak sesuai ketentuan Federasi Sepakbola Internasional (FIFA), urgensi pendidikan karakter untuk mau dan berani menerima kekalahan, hingga jumlah korban anak dan remaja yang tidak sedikit jumlahnya. Semua sorotan bahasan terse...

SATYALANCANA KARYA SATYA X

Gambar
  Sumber: Dokumentasi Pribadi Alhamdulillah. Tanda kehormatan ini sebagai pengingat , sudah 10 tahun (+) masa pengabdian di UNNES. Benar, pengingat apa saja yang sudah bisa dikontribusikan dan apa saja yang perlu direncanakan untuk menekuni masa-masa pengabdian berikutnya. Terus berdoa semoga Allah Swt senantiasa memberi kesehatan dan kemudahan. Berharap lebih mampu mengontrol diri, mengelola prioritas, dan memanajemen waktu dengan baik. Amin.

TEKNOLOGI DALAM PENYUNTINGAN NASKAH BAHASA INDONESIA

Gambar
Sumber: Dokumentasi Pribadi Abstrak Proses penyuntingan ( editing ) kebahasaan naskah berbahasa Indonesia dapat dilakukan dengan berbagai pola, baik manual editing maupun on screen editing . Dalam praktiknya, pola on screen editing dilakukan dengan aplikasi-aplikasi penyuntingan yang telah dikembangkan, baik oleh para akademisi maupun pengembang aplikasi, yang berbasis pada android dan laman ( website ). Beberapa aplikasi penyuntingan yang telah dikembangkan dan digunakan, antara lain SIPEBI (Penyuntingan Ejaan Bahasa Indonesia), ejaan.id, lektur.id, typoonline.com, dan typograp.com. Berdasarkan observasi awal, kelima aplikasi yang telah dikembangkan tersebut menawarkan banyak fasilitas atau fitur yang diklaim dapat memberi kemudahan dan membantu pengguna bahasa Indonesia dalam proses penyuntingan. Setiap aplikasi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Beberapa aspek yang teridentifikasi dengan aplikasi-aplikasi penyuntingan kebahasaan tersebut antara lain (a) kata baku/tid...

ANUGERAH PEWARTA ASTRA 2021

Gambar
  Sumber: https://anugerahpewartaastra.satu-indonesia.com/arsip/2021/tentang-lomba/ -Alhamdulillah- Ini feature pertama saya. Biasanya lebih sering coret-coret opini amatiran. Namun, saya niati belajar saja lah, muter tuas sebentar. Topik artificial intelligence  relevan dengan riset studi. So , beberapa referensi terkait topik itu memang tengah saya baca, kalau pas goodmood 😂 Saya ingat betul, akhir tahun lalu, setelah memilah dan observasi objek tulisan, saya langsung mengirim pesan kepada tiga teman sekaligus: Mas Saroni Asikin (Suara Merdeka), Om Rahmat Petuguran (Universitas Negeri Semarang), dan Om Dhoni Zustiyantoro (Universitas Negeri Semarang). Isi pesan hampir sama: " Please , beri tips nulis feature dong dan beri rekomen feature keren milik siapa yang mesti kubaca untuk pemodelan". Ketiganya menjawab hampir bersamaan dengan isi yang mirip pula: penjelasan soal feature, contoh, dan permintaan untuk mengirim hasil tulisan saya agar bisa turut dibaca nantinya. Ma...

MEMIKIRKAN KEMBALI ARAH PENDIDIKAN INDONESIA: KRITIK, POTENSI, DAN REKOMENDASI

Gambar
Sumber: Dokumentasi Pribadi   Bergabung dengan teman-teman Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang dan kontributor lainnya untuk publikasi hasil riset kami tahun lalu. Terima kasih ketua tim editor Edi Subkhan, S.Pd., M.Pd. dan LPPM Universitas Negeri Semarang. Saya dan tim menyampaikan potensi disparitas kualitas program literasi sekolah yang terstimulasi oleh tingkat kesiapan dan dukungan ekosistem literasi yang timpang selama pembelajaran moda daring.  Bahasan lain mengenai kelas digital, esensi merdeka belajar, profil pelajar pancasila, home schooling , e-learning , learning loss , dsb seruuuu untuk disibak dengan saksama.

SEPERTI RODA BERPUTAR

Gambar
  Sumber: Dokumentasi Pribadi Sudah cukup lama saya menelan manis dan getir kehidupan ini. Belajar menaklukkan kecongkakan. Belajar bersimpati dan mengerti. Tapi, hidup manusia harus berhenti, demikian pula dengan hidup saya. Tidakkah selain kelahiran, salah satu perayaan terbesar manusia adalah kematian? (Hal. 4)

KIAN TERTARIK BUKU ELEKTRONIK, KIAN TERPESONA BUKU SUARA

Gambar
  Sumber: https://digitalbisa.id/artikel/https-digitalbisaid-artikel-https-digitalbisaid-artikel-https-digitalbisaid-dashboard-article-create-6vzeg-6vzeg-6vZEg A child who reads will be an adult who thinks! (Proverb) Kutipan di atas mengingatkan kembali urgensi aktivitas membaca bagi anak, mengingat jarak yang makin jauh antara anak dan aktivitas membaca dewasa ini. Literasi dasar membaca merupakan hak setiap anak. Oleh karena itu, perlu rancangan pola asuh orang tua dan atau orang dewasa di sekitar anak dalam mempersiapkan anak agar memiliki kecintaan terhadap aktivitas membaca. Pengembangan literasi dasar membaca dimulai dari keluarga, serta wajib mendapat dukungan dari ranah sekolah dan masyarakat. Artinya, pola upaya pengembangannya perlu sinergitas antara ketiga ranah tersebut, tidak dapat dilakukan secara parsial oleh satu atau dua pihak saja. Dalam ranah keluarga, pengembangan literasi dasar membaca dapat diupayakan dalam bentuk penyediaan bahan bacaan dan pelaksan...

HOW TO KEEP YOUR COOL

Gambar
Sumber: Dokumentasi Pribadi Seru! Seneca sedang menantang akal sehat pembacanya mengenai apa yang pantas membuat seseorang marah 🙂 Menetapkan harga tinggi pada kebanggaan, martabat, dan harga diri disinyalir menjadi impuls kemarahan manusia. Bahkan, pada posisi salah pun, kadang manusia tetap tersinggung ketika menerima teguran karena mengimbuhkan prasangka dan keangkuhan dalam pikiran 😔 Untuk melawannya, Seneca mengingatkan betapa banyak kesamaan sebagai manusia, yang pada umumnya layak untuk saling memaafkan. Ia menyebut: kita hanyalah orang jahat yang hidup di antara orang jahat 🥺 Mari merawat kemanusiaan dengan tidak menjadi sumber ketakutan atau bahaya bagi siapa pun. Mari memulai dengan belajar menelan singkatnya rasa jengkel yang kadang muncul ❤  

AI IN EDUCATION: CHANGE AT THE SPEED OF LEARNING

Gambar
Sumber: https://iite.unesco.org/news/policy-brief-ai-in-education/ Policy brief dari UNESCO IITE ini cukup komprehensif memaparkan perubahan pola pemanfaatan teknologi dalam pendidikan. Fokus paparan lekat dengan kecerdasan artifisial (AI), cloud computing, dan machine learning. Paparan menarik terkait tantangan: bagaimana cara aksesnya, bagaimana etika penggunaannya, bagaimana kesenjangan teknologi pemakainya di lapangan memberi gambaran makro persiapan yang perlu dilakukan. Poin penting lain yang ditekankan: bahwa teknologi bukan sapu jagad yang kemudian bisa menyelesaikan multiproblem yang muncul di kelas. Teknologi hadir untuk diberdayakan. Pun bila tidak untuk peningkatan aspek kompetensi, hadirkan untuk memberi pengalaman pembelajaran yang baru dan manfaatkan untuk mengaktifkan modalitas pedagogis.

TERUS BERKARYA DENGAN TEKNOLOGI SUARA!

Gambar
https://www.ahead.ie Type with your voice!  Begitu moto ( tagline ) yang diusung dictation.io, salah satu produk kecerdasan artifisial ( artificial intelligence ) berupa fitur pengenalan suara ( speech recognition ) tanpa bayar yang akan membantu kita menulis berbantuan narasi suara tanpa perlu mengetik. Yaps, otomatis dan gratis! Diksi dictation yang berarti “dikte” memberi penegasan bahwa aktivitas mendikte gagasan/ide/hal apapun yang ingin disampaikan (dengan suara) bisa dilakukan dan fitur speech to text ini akan membantu menuliskannya. Kok bisa? Fitur yang didukung teknologi suara ini “ dilatih ” untuk mengenal, mengolah, menginterpretasi, dan mengonversi suara manusia menjadi tulisan dengan berbagai perangkat pintar, seperti telepon pintar ( smartphone ) , tablet, laptop, atau komputer. Kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi ini dapat dimanfaatkan oleh sekretaris, notulis, jurnalis, guru/dosen, reviewer buku, blogger, dan profesi lainnya. Bagaimana cara meng...