Postingan

SWASUNTING BAHASA DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH

Gambar
Abstrak Karya ilmiah merupakan salah satu sarana penyebaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Saat menulis karya ilmiah, sebagian mahasiswa mengeluhkan kesulitan mengorganisasikan isi dan menerapkan kaidah-kaidah penulisan karya ilmiah. Berkaitan dengan kaidah tata tulis, penulisan karya ilmiah mengikuti dua kaidah baku yaitu kaidah penulisan yang bersifat khusus dan bersifat umum. Kaidah penulisan yang bersifat khusus adalah kaidah tentang teknis penulisan yang telah disepakati bersama dan berlaku di lingkungan tertentu. Adapun kaidah penulisan yang bersifat umum merupakan kaidah tentang bahasa Indonesia baku dan ejaan yang disempurnakan (EYD). Mata kuliah Menulis Karya Ilmiah diberikan dengan tujuan memberikan bekal untuk penyusunan skripsi. Di dalam mata kuliah tersebut mahasiswa dituntut untuk menghasilkan beberapa jenis produk karya ilmiah. Untuk meningkatkan kualitas produk karya ilmiah tersebut, khususnya dalam hal kaidah kebahasaan, maka dirancang kegiatan perkuliahan yan...

REALISASI KESANTUNAN BERBAHASA

Gambar
Abstrak Manusia merupakan makhluk sosial yang butuh berkomunikasi dengan orang lain. Tujuan utama berkomunikasi adalah menyampaikan pesan dan menjalin hubungan sosial (social relationship). Komunikasi yang baik memungkinkan pesan tersampaikan dan hubungan sosial tetap terjaga. Hasil dari sebuah komunikasi yang baik adalah kesan yang ramah, sopan, simpatik, dan santun. Faktor bahasa sebagai media penyampaian dalam komunikasi mengalami perubahan dalam penggunaannya akhir-akhir ini. Oleh karena itu, pembinaan terhadap bahasa Indonesia harus dilakukan secara kontinyu. Banyaknya kasus pertikaian atau konflik antaranggota masyarakat karena faktor bahasa memberikan peringatan agar aspek kesantunan berbahasa segera direalisasikan. Perwujudan kesantunan berbahasa dalam proses komunikasi yang multikultural diharapkan meminimalkan konflik yang terjadi, sehingga peran bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dapat dicapai secara optimal. Optimalisasi tersebut diharapkan dapat menciptakan pe...

STORYTELLING BERBASIS MULTIKULTURAL

Gambar
Abstract Children are the future generation. As a router, a child's development should be noted that adult human beings would become a strong and responsible to himself and his surrounding community. Parents have a responsibility to educate children as a consequence of the gift of God. Parents faced with the challenge of globalization is very vigorous and growing. Various negative impacts of the above, if the continue felt in children, it is not impossible to cause moral decline. Those problems make the parents must fortify the child of a moral crisis as early as possible. One approach that can be done through the activity of parents is to tell (storytelling) or Storytelling. Storytelling is the conveying of events in words, images and sounds often by improvisation or embellishment. Stories or narratives have been shared in every culture as a means of entertainment, education, cultural preservation and in order to instill moral values. Crucial elements of stories and storytel...

NAJUH & HUJAN

Gambar
Najuh lalu hujan Pesan kilat kau kirim lalu basah Mendesah di atap rumah gelisah Tanpa pesan Mungkin nada tertangkap kala peka Tapi kosong selalu begitu Pelukan peraduan hangat pura-pura Hanya setia pada rindu Najuh dan hujan Jogja, 030111 By. Deni Rahman

RESENSI NOVEL SERIBU TAHUN CAHAYA

Gambar
Judul Buku : Seribu Tahun Cahaya Penulis : Mad Soleh Penerbit : Pustaka Bimasakti Cetakan : I, April 2009 Tebal : vi + 246 halaman Hmm…jujur aku menarik nafas panjaaaaaaaaang setelah menuntaskan “tugas mulia” membaca kitab ini (kitab yang lebih manjur daripada kitab primbon,kweeek). Mungkin rasa lega para antariksawanti yang selamat dari zarah belum sebanding dengan rasa lega yang kualami saat ini. Gilaaa bayangin aja, selama 245 lembar, aku harus bertualang ke alam bebas yang tidak jelas juntrungane. Begitu banyak pengorbanan untuk bisa memahami apa maksud Si’mad Soleh (jenis nama yang tidak jauh dari bau soto) dalam membuat fiksi yang uaneeh ini. Aku harus rela darahku naik turun (prosotan kaleee, emang ada ya merosot naik?he..) membayangkan para antariksawanti yang ‘sok penting’ itu melaju menembus cakrawala untuk sowan ke planet yang gak ada dalam pelajaran fisika itu,- Sepanjang membaca novel ini, beberapa kali aku mengucapkan Amiiiiiiiiin, Karena banyak juga khayalan yang tosit...

:) n :( - 28 Maret '10

Gambar
Kawan,, ada kisah bahagia,, dan aku lah yang sedang merasakannya,, saat ini,, di sini,, sendiri… sepertinya aku memang harus menyediakan berjuta-juta rasa syukur [bahkan lebih… lebih…],, atau memang aku yang terlalu bandel untuk merasakan kesedihan? Bukan karena aku tak pernah merasakan kesedihan, tapi… Ahhh, tenang saja… sangat kuyakini bahwa semua berjalan dengan rotasi dan formasi yang luar biasa dahsyaaaat, hmmm… karena sang pengatur hidup adalah arsitek yang SUPER mahir, yang bahkan tahu “kekuatan dan porsi” masing2 umatnya… Kemampuan mengolah kebahagiaan dan kesedihan itu seperti mengolah mie instant [hahaha, efek terlalu banyak mengkonsumsi mie instant kie,, pikiran jadi ikut mbuleett, :D]— sebelum bergulat dengan bumbu utama, minyak sayur, dan bubuk cabenya,, perlu ditambahkan bumbu penyedap berupa kewajaran,, apabila pengolahan tidak dilakukan dengan sewajarnya, terlalu ingin cepat matang dan terburu-buru, lalu mengolahnya dengan api yang relatif besar, maka hasil olahan pu...

MENGHABISI "SANG PRESIDEN" ITU - 18 Januari '10

Gambar
Masih ada yang tersisa… belum terhapus karena kujaga dengan kunci sebesar palu seharga satu enam satu… masih rapi… tetap urut… dan begitu “membaca” serasa melemparkan diri ke dalam ruang penuh tulisan: “AKU BENAR TAPI AKU BODOH”… Ya… dan dengan alasan apapun akhirnya aku memang memilih yang “benar”… benar menurutku belum tentu menurutmu… tapi tak kulihat air matamu,, tak kudengar rengekanmu,, dan tak kurasa perih itu… ahhh kau memang pandai menyembunyikan… bahkan sangat ku yakini,, kau akan lebih memilih berjemur menatap sang raja siang atau menantang delik liar serigala lapar daripada harus bicara satu kata tentang rasa yang tengah kau tutupi dalam-dalam… dan aku “benar” karena logika harus tetap jalan walau hati berontak karena tak ingin dinomorduakan… tenangg,, sudah kuperhitungkan benar-benar langkah kakimu yang kutahu berat meninggalkan ‘medan perang’… --- ;;;; --- Ya… dan aku “bodoh” telah mencoba membunuh ‘sang presiden’ masa depan… aktor intelektual yang tak mengedepankan ...