Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2019

POJOK BACA KELUARGA SEBAGAI PENDUKUNG HABITUS LITERASI

Gambar
Sumber Foto:  http://gambarilus.blogspot.com/2018/11/90-gambar-ilustrasi-orang-sedang-membaca.html - Children are made readers on the laps of their parents (Emilie Buchwald)- “Mam, ‘ranum’ itu apa sih?” Begitu pertanyaan Kinash, putri saya, ketika baru saja selesai mendengar kalimat “Si monyet dengan tidak sabar menyambar buah pisang yang ranum itu”. Di bagian yang lain, ia kembali bertanya. “Mam, ‘menyemut’ itu yang bagaimana sih?” ketika saya membacakan cerita dan sampai pada kalimat “Antrean mulai menyemut saat Ibu Rimba akan membagi makanan”. Bila pertanyaan dari Kinash terlontar, secara otomatis aktivitas membacakan buku, saya hentikan sebentar. Si sulung berusia 6 tahun ini kerap meminta jeda dengan cara “mencegat”. Kemudian, ia mengajukan pertanyaan bila mengalami kesulitan mencerna makna suatu kata. Dengan senang hati, saya akan menjawab pertanyaannya terlebih dahulu, dengan memberi pemahaman dan penggambaran yang sedekat mungkin dengannya. Bahkan, bila dip...

KESADARAN LITERASI PERLU TERUS DITINGKATKAN

Gambar
Judul                : Literasi Penulis             : Djoko Saryono Penerbit           : Pelangi Sastra Cetakan           : April, 2019 Tebal               : XVI+92 ISBN               : 978-602-54101-3-0 Belakangan istilah literasi kian melejit. Demikian pula program dan kegiatan literasi makin mer­ambah masyarakat dan pemerintahan. Aktivitas ini meluas karena kesadaran sangat fundamental dan strategis bagi kemajuan dan masa depan bangsa. Kemajuan bangsa juga ditentukan tradisi dan budaya literasi. Berbagai kalangan terus menyebarluaskan ke­giatan dan budaya literasi. Buku ini berupa risalah literasi se­bagai episentrum kemajuan ...

THE PROFESSORS: HIKAYAT BEGAWAN DARI KAMPUS SEKARAN (BAGIAN 1)

Gambar
Kali ini, saya tak hendak membuat book-review secara lengkap. Toh, buku yang memotret 55 guru besar UNNES ini sudah launching sejak 2013 silam.  Niat "melanjutkan baca" muncul akhir minggu lalu. Rencana sempat urung karena lupa baca sampai halaman berapa. Sudah lah, saya mulai lagi saja dari halaman belakang :) Petualangan baca (Part 1) ini baru menyisir liku kisah 13 profesor: Prof Sukes, Prof Wi, Prof Wasino, Prof Warsono, Prof Wahyu, Prof Marhaeni, Prof Tri Joko, Prof Totok, Prof Tjetjep, Prof Tandiyo, Prof Suwaji, Prof Yahmo, Prof Supriadi, dan Prof Partono. Dari 13 kisah, saya ngakak sepanjang baca kisah Prof Tri Joko (FIP) :), narasinya membuat saya membayangkan betapa "kemampleng"-nya beliau ketika muda. Penggambaran sosok yang punya sifat sosial tinggi tetapi "kemakine ra umum", membuat saya gemes mes! Kata beliau "Saya ini profesor, masak disuruh ngurusi kuitansi-" hahaha. Saya paham, Prof! :) Kisah Prof Tje...

THE BASA INTERNATIONAL SEMINAR 2019

Gambar
Yaps, selesai. Dua hari kemarin, saya dan teman-teman ini 'plesir akademik' ke Solo. Teman-teman FIB Sasda UNS mengadakan forum ilmiah mengenai Kajian Mutakhir Bidang Bahasa, Sastra, dam Budaya. Plenary I diawali sajian materi dari Prof. Oman (UIN Jakarta) yang mengeksplorasi manuskrip Sheikh Muh Said (SMS). Riset beliau mengenai koleksi manuskrip keluarga SMS di Marawi City dengan pendekatan kodikologis dan filologis merupakan upaya mencari jawab atas korelasi antara Komunitas Muslim Mindanao dan dunia Melayu-Islam. Chaterine Baron (France) merupakan narasumber kedua yang mengejawantahkan kearifan lokal dalam arti luas: air merupakan bagian dari budaya, dan termaktub dalam manuskrip-manuskrip lawas! John Paterson (Australia) dari Yayasan Sastra Lestari sebagai narasumber ketiga hari itu mengkampanyekan urgensi digitalisasi manuskrip dan produk publikasi sastra lama. Bagaimana cara memulai, proses implementasi, program open data dengan online platform , ri...

KELAS KAMI DI KEDAI KOPI! (1)

Gambar
Kedai Kopi Kang Putu  "Di awal pertemuan ini, saya mengingatkan sampeyan semua, bahwa tidak ada guru dan murid di "kelas" ini. Kita saling belajar, berbagi pengalaman, berdiskusi, dan (sangat boleh) mengkritisi", begitu ucap Gunawan Susanto, yang akrab kami sapa Kang Putu. Ya, mulai Senin minggu lalu. Saya bersama bro Widodo (sejawat dosen di BSJ Unnes), bro Fahmi (mapres bin debater dari FE), bro Muvti (teman guru dari Demak), mb Renyta (teman guru dari Mranggen), dan mb Mugi (eks TKW Hongkong) dipertemukan di kedai kopi sederhana milik Kang Putu, yang lokasinya "mblusuk" sekali, hehe. Kami diperkenankan 'ngangsu kawruh' lewat Kelas Menulis periode kesekian yang dibuka beliau untuk 6 orang saja. Tanpa bayar. Namun, kami dituntut konsisten hadir, bertanggung jawab atas pilihan mendaftar, dan membawa produk tulisan mulai pertemuan ketiga. Artinya, ada yang (sedang) menantang produktivitas menulis kami! Apa bisa? "ala...

MENYIAPKAN GENERASI MULTILINGUAL

Gambar
Dalam era revolusi digital kini, merayakan aksara mestinya bukan lagi melalui aktivitas yang prosedural dan kosmetikal belaka. Gaung “mendadak literasi” di berbagai bidang diharapkan tidak berhenti pada pelabelan saja. Literasi bukan sekadar tahu aksara, hakikat literasi fokus pada kemampuan berpikir kritis-kreatif tentang sesuatu yang dilandasi atau disangga oleh   kuatnya budaya baca (Saryono 2019).   Kini berbagai pemikiran kritis-kreatif sangat mungkin dikomunikasikan tanpa batas atau tak bersekat antarbangsa. Medium bahasa dapat menjadi penghela. Dalam banyak hal, antara pandangan, budaya, dan pengetahuan global sering bersinggungan, pun berdampingan. Oleh karena itu, merengkuh keberagaman bahasa (multilingual) dalam praktik keberaksaraan sangat diperlukan sebagai landasan pemberdayaan individu dan pembangunan berkelanjutan. Literasi dan Multilingual. Kedua hal tersebut menjadi fokus perayaan Hari Aksara Internasional ke-54 tahun ini. Kegiatan internasional ya...