Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2009

CERNAK - SEPEDA HELENA

Gambar
Matahari sudah beranjak naik ketika Helena dengan terburu-buru keluar dari kamar mandi. Penyebabnya apalagi kalau bukan bangun kesiangan. Dengan cepat dia meraih baju seragam yang terletak pada gantungan baju di belakang pintu kamarnya. Seragam merah putih itu dengan tergesa-gesa dikenakan sambil sesekali melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 06.45. Berarti Helena cuma punya waktu seperempat jam untuk sampai di sekolah apabila tidak ingin terlambat. Setelah selesai memakai sepatu, segera saja dia menyambar tas dan topi merahnya. “Ma, Helen berangkat!” teriaknya sambil berlari ke belakang rumah, tempat sepedanya ditaruh. “Sarapan dulu, Nak!” perintah mamanya. “Udah mau telat nih!” katanya sambil bersiap menaiki sepeda mininya. “Hati-hati Nak!” teriak mamanya yang geleng-geleng kepala melihat anak kesayangannya itu melesat secepat kilat menuju sekolahnya. Helena mengayuh sepedanya sekuat tenaga, di kepalanya terbayang jam pelajaran pertama hari ini adalah pelaja...

NILAI EDUKATIF DALAM KARYA SASTRA

Gambar
Karya sastra mempunyai nilai-nilai yang bersifat mendidik baik yang tersirat (makna) maupun yang tersurat. Dengan membaca karya sastra diharapkan pembaca mampu menemukan nilai-nilai kehidupan dalam bermasyarakat. Namun nilai dalam karya sastra tidak dapat diperoleh begitu saja, tetapi harus melalui pemahaman yang tinggi. Wawasan yang terkandung dalam karya sastra akan selalu berhubungan dengan bermacam-macam nilai kehidupan yang bermanfaat bagi pembaca. Nilai kehidupan akan ditemukan setelah memahami suatu peristiwa yang akan menjalin cerita serta mengambil kesimpulan dari dalamnya, atau mungkin lewat pernyataan dan komentar yang secara eksplisit ditampilkan oleh pengarang. Karya sastra mengandung suatu hubungan yang mendalam dengan suatu masyarakat atau peradaban dan kebudayaan, maka dikatakan karya sastra tersebut mengandung nilai kultural. Karya sastra akan mengandung nilai-nilai agama, sosial, estetis, dan moral, jika dalam karya sastra terpancar ajaran-ajaran tentang keb...

AKIBAT SOK GAYA

Gambar
Perbuatan pamer, entah bagaimanapun cara dan apapun tujuannya memang bisa membuat orang yang melihatnya menjadi sebal. Apalagi yang tujuannya hanya untuk gaya-gayaan saja. Bahkan apabila tidak berhati-hati justru akan membuat malu sendiri, layaknya senjata makan tuan. Hal tersebut juga terjadi disalah satu kost yang ada di kota Solo. Teman-teman saya yang menjadi salah satu penghuninya merasa sangat sebal dengan teman kostnya yang bernama Andhika. Hingga suatu hari karena saking sebalnya, mereka rame-rame membalas dengan keisengan mereka. Begini yang diceritakannya kepada saya, Andhika seorang mahasiswa jurusan Seni Rupa di Solo yang lagaknya minta ampun. Karena rumahnya di Yogyakarta, maka dia memilih kost di belakang kampusnya. Sudah menjadi kegiatan rutin anak-anak kost di situ, tiap sore mereka bermain sepakbola, apalagi ada kebun milik tetangga kost yang sudah disulap menjadi lapangan bola mini. Selesai bermain sepakbola, mereka biasanya langsung nongkrong di teras kost se...

PILKADAL DI NEGERI DONGENG

Gambar
Judul : Pilkadal di Negeri Dongeng Pengarang : Tundjungsari Penerbit : Afra Publishing, Indiva Media Kreasi Edisi : Cetakan Pertama, September 2007 Tebal : 168 halaman POTRET DUNIA POLITIK INDONESIA Dunia politik adalah dunia yang tidak pernah tidur. Orang yang akan terjun ke dunia itu, harus siap mengerahkan seluruh pikiran dan energi hampir 24 jam. Bahkan sudah menjadi rahasia umum bahwa untuk dapat survive di dunia politik membutuhkan materi yang tidak sedikit. Herannya, banyak orang yang berbondong-bondong terjun kesana. Entah apa yang sedang dicari, mungkin kursi “terhormat” atau mungkin sekedar bangga berjuluk politikus. Yang jelas, hanya bermodal nekat dan mengandalkan janji-janji, mereka siap melenggang menuju podium semu. Hal tersebut pula yang coba digambarkan dalam novel “Pilkadal di Negeri Dongeng” karya Tundjungsari ini. Novel ini berusaha memotret kondisi politik suatu negeri yang carut marut. Tidak dapat disangkal bahwa isi cerita, penokohan, amana...

RESENSI BUKU: THE FOUR FINGERED PIANIST

Gambar
Judul : The Four Fingered Pianist Pengarang : Kurnia Effendi Penerbit : Hikmah Jakarta Edisi : Cetakan 1, Februari 2008 Tebal : xxv + 228 halaman KEMENANGAN SEMANGAT DAN KASIH SAYANG “Saat kita menerima keterbatasan, saat itulah kita melampauinya.” (Albert Einstein) Kata-kata bijak di atas tentu dapat dijadikan cambuk yang luar biasa bagi perjalanan hidup manusia. Keterbatasan yang kita miliki sudah selayaknya dijadikan “teman” dalam mengarungi kehidupan. Oleh karena itu, sebagai “teman” yang baik, kita harus merangkul dan menerima keterbatasan sebagai anugerah yang patut disyukuri. Bayangkan bila telinga kita dapat mendengar setiap detak jantung atau tarikan nafas, alangkah berisiknya dunia! Bayangkan pula bila mata kita sanggup melihat bakteri atau binatang renik, mungkin di setiap tempat yang dianggap bersih pun, kita akan menemukan jutaan bakteri yang sangat menjijikkan. Buku The Four Fingered Pianist memotret sketsa-sketsa nyata “persahabatan” menakjubkan s...