DEAR MOM,
Nunggu antrean. Layanan LINE TODAY muncul tiba-tiba seperti biasa. Headline berita terlihat sekilas. Setengah memicingkan mata, klik, dalam hati aku berkata: " Innalillahi ... apa lagi ini?" begitu judul berita 'Pengakuan Korban Diksar Mapala UII Yogya' selesai terbaca. Kutuntaskan segera. Perhatianku tertuju pada foto yang menyertai berita plus caption -nya. Seorang ibu, dengan mimik muka sendu, yang kemudian kutahu ibu dari mahasiswa yang meregang nyawa akibat (dugaan) aniaya berat dalam kegiatan itu. Rasanya beraaaaaat memaknai setiap ceritanya. Turut merasakan perihnya. Mulai begitu ia tahu kondisi putra tunggalnya, saat menceritakan alur kejadian yang masih sempat diungkap putranya dengan nafas tertahan, ketika tangan mereka saling genggam di sisi pembaringan, hingga menuntun saat sakaratul mautnya. Masya Allah. Ingatanku kembali ke beberapa tahun silam, ketika menjenguk mahasiswi perwalian yang tengah bergulat dengan tumor, KR inisialnya. Di ruang tamu...