Sumber: Dokumentasi Pribadi Buku ini merepresentasi bahwa teropong aktivitas berbahasa (Indonesia) tak melulu didasari pada kajian teoretis saja. Ahmad Sahidah mengajak pembacanya untuk berwisata bahasa, tanpa menggurui. Bahkan, pembaca dipersilakan untuk mendiskusikan, pun mendebat hasil terokanya yang cermat. Dari 34 esai kebahasaan yang disajikan, bahasan seru diantaranya soal upaya merawat bin pemertahanan bahasa Indonesia. Sepertinya ini bahasan yang tak bosan untuk terus dikumandangkan. Ajakan untuk meminimalisasi (bukan menolak/anti/alergi) campur aduk penggunaan bahasa asing - Indonesia, yang disebutnya sebagai sebuah "kegenitan" dalam bercengkerama 😉 Bahasan asyik lainnya mengenai kiasan binatang dalam aktivitas berbahasa Indonesia. Penulis mengkomparasikan hal tsb dengan bahasa Melayu yang dominan digunakan tetangga sebelah, Malaysia. Kiasan macam "membabi buta" yang bermakna "kalut" tak berlaku di sana. Mereka lebih memilih "membuta tul...