KECOLONGAN (LAGI)
Sumber: https://mediaindonesia.com Judulnya tidak asik! Biarlah, sepertinya kondisi memang sedang tidak asik. Belum juga kecewa yang berasal dari telinga itu lenyap. Lah... kemarin mesti kutelan kecewa yang dihadirkan oleh mata. Oh, bukan! Aku tak sedang menyalahkan telinga dan mata. Keduanya amat berfungsi sebagai indera. Lagipula, aku tahu keduanya tak mungkin bermuka dua. Memangnya ada yang bermuka dua? Sepertinya. Sanggup? Ya... buktinya begitu. Bisa jadi, itu memang sebuah keahlian. Kutenggarai butuh mental (yang sok) kuat, bedak tebal, dan strategi lisan kelas dewa. Sempurna! Aku menyebut mereka Si Telinga dan Si Mata. Keduanya membuatku melongo amat lama kala fakta terdengar dan terbaca. Awalnya, aku merintih dan sangat prihatin. Namun, kemudian pelan menepuk dahi menyadari kehebatan peran yang dimainkan dengan rapi. Si Telinga, hmmm... aku amat sukar menemukan kekurangannya. Ia dikasihi banyak liyan, berterima saat bicara, tekun, dan sabar. Untaian kat...