Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2009

PENDIDIKAN -DALAM- PUISI

Gambar
PETAK-PETAK PENDIDIKAN Ia tertatih di jalan, nan luas tanpa ambang Jalan yang dibandrol mahal Karena diklaim sebagai jalur masa depan Jalur itu berpetak-petak Karena pupuk yang akan ditaburkan beda rasa Itu kata mereka! Mereka yang sok menyuarakan pendidikan harus merata Ayahnya tak kan mampu membeli Membeli mimpi-mimpi pahlawan kecilnya Mimpi yang bukan sekadar kembang Mimpi yang tak bisa diraup dengan ribuan Ibunya tak kan pernah sanggup menyuap Menyuap si perut gendut berseragam pimpinan Yang bersahabat karib dengan pecundang kebijakan Kebijakan itu lentur, Kanan dianggap benar, Kiri pun tanpa sortiran! OBRAL IJAZAH Ada sekumpulan pedagang Tengah termangu Menunggu datangnya hujan Karena basahnya akan jadi ladang nan subur Bagi dapurnya yang harus terus mengepul Lembaran kertas sakti itu diobral! Pada kerumunan tikus pencari kursi Kursi yang empuk Dan kebal akan virus demokrasi Kejujuran terkoyak, Oleh stempel dan ayunan tanda tangan Harga...

JUJUR -DALAM- PUISI

Gambar
WARUNG KEJUJURAN Panggung itu bak warung pinggiran Walau kumuh namun lezat bukan kepalang Tak sedikit yang tergoda Mencicipi nikmatnya rasa Pengunjung datang bergantian Tak jarang cuma gratisan Atau malah karena tawaran Dari bos yang berkantong tebal Korupsi hidangan wajib tiap hari Manipulasi santapan khas warung ini Sayang justru tak sedia makanan inti Menu kejujuran yang sedang laris dicari MENIKMATI KEJAHATAN Ada nyonya kaya raya Sibuk memulas wajahnya Agar manis di depan jaksa Mungkin coba mencari celah Bagi kasusnya yang bikin muntah Menurutnya di bui biasa saja Asal jangan mati gaya Anggap saja sedang di vila Kalau perlu bikin salon pribadi Lengkap dengan creambath dan spa Penulis: Santi Utami di muat di Harian SOLOPOS, 19 Juli 2009