Postingan

MENGEDIT NASKAH DENGAN MARKAH

Gambar
Sumber: Dokumentasi Pribadi Buku ini super tipis 🫠 seri pertama dari 12 buku Mr. BT a.k.a Bambang Trim, praktisi di bidang editing. Sejak nerima kiriman buku, baca sekilas, sepertinya merujuk pada materi-materi webinar beliau yang dibukukan 🙃 Manual editing dengan markah sudah banyak ditinggalkan untuk saat ini. Peralihan ke pola on-screen editing dinilai lebih efisien, bahkan beberapa fitur menyediakan anotasi perbaikan oleh beberapa editor sekaligus secara real time. Namun, pengenalan penggunaan markah bagi calon editor atau editor pemula dirasa penting untuk menajamkan intuisi. Manual editing dengan markah dilakukan bertahap mulai dengan mengenali tanda atau simbol yang digunakan, menyiapkan naskah yang akan digarap, dan penggunaan alat sederhana (pensil warna, spidol, dsb). Markah biasanya dibubuhkan dalam teks dan pada margin. Markah bisa coba diramban dengan kata kunci copy editing mark atau proofreading mark.

HATI YANG GEMBIRA ADALAH OBAT

Gambar
Sumber: Dokumentasi Pribadi Buku ini hidupnya Sophie banget, yang kali pertama kudengar dari sang suami -Pongki Barata- di siniar All U Can Hear 😀 Seperti tipikal ujian bagi manusia lainnya, Sophie diberi kesempatan oleh Tuhan untuk banyak belajar dari 'pertempuran' hubungan internal dalam keluarga. Sophie banyak cerita bagaimana harus berpanjang sabar, melembutkan hati, dan menormalisasi sengatan ketidaknyamanan sebagai langkah awal untuk mengenali penerimaan. Bagiku, kesediaan untuk tidak menyimpan kesalahan orang lain ialah deskripsi cerita yang paling terasa 🤍

HIDUP SEDERHANA

Gambar
Sumber: Dokumentasi Pribadi Membaca buku ini mengulang pengalaman yang sama dengan laku baca buku Desi Anwar sebelumnya. Penuh catatan sederhana, 53 tulisan seperti disepuh dari buku diary: dekat, lekat, tanpa sekat. Siklusnya pun agak beragam, ada cerita masa kecil hingga era dewasa yang penuh muatan. Kisah 'Menjadi Kanak-Kanak' terfavorit, mengajak berefleksi untuk tidak angkuh mengakui kebodohan diri, mengonfrontasi dengan mengecilkan volume selirih mungkin, mundur sebentar, membiarkan diri pada proses yang tidak instan agar tidak terulang.  Dunia orang dewasa yang mudah melakukan penghakiman bisa jadi memang monokromatik (Hal. 16). Pengingat diri pula bahwa mengetahui aib seseorang tidak otomatis menyulap diri menjadi suci. Kisah 'Sakit' mengajak pembaca peka atas alarm diri. Tubuh, perilaku, sikap orang lain adalah alat pengingat atas hal-hal yang sangat mungkin salah karena abai, kengototan, ketidaktahuan, atau kekhilafan (Hal. 91). Jalan pelan-pelan, menangkap mo...

KULIAH PAKAR ADOBSI

Gambar
 

SEKOLAH TANPA JURUSAN

Gambar
Sumber: Dokumentasi Pribadi Begitu selesai baca buku ini, satu hal yang terpatri: bikin coretan etnografi kelas gini ternyata seruuuu sekali! 🫠 iyaps, buku ini cerita tentang bagaimana teman-teman Sanggar Anak Alam (SALAM) di Yogyakarta meracik kurikulum sendiri: berdaulat penuh atas pokok bahasan, sumber informasi, media belajar, dan bahkan indikator keberhasilannya secara mandiri. Laku sinau yang organik dan fleksibel tersebut diceritakan langsung oleh tangan pertama: penulis, yang juga fasilitator di SALAM. Catatan-catatan penulis detail dan menegaskan bahwa anak-anak di sana tak melulu menjadi objek pendidikan, sebaliknya, mereka ialah subjek pencari pengetahuan. Oleh karena itu, diksi-diksi: kesepakatan, keterlibatan, diskusi, kesadaran diri, konsekuensi, dan refleksi sering muncul. Alur belajar berbasis riset-riset sederhana mengawali penjelajahan pengetahuan dengan keingintahuan, keprihatinan, dan kerisauan. Riset bagi mereka bukan sekadar soal teknik/keterampilan, apalagi hany...

UJIAN TERTUTUP PROMOSI DOKTOR

Gambar
 

THE DOOR-TO-DOOR BOOKSTORE

Gambar
  Sumber: Dokumentasi Pribadi Membaca kisah Carl Kollhoff seperti menemukan sosok ideal(is) pencinta buku. Tugasnya sebagai juru antar buku tidak dimaknainya sekadar memindahkan buku dari rak di Toko Buku Gerbang Kota ke tangan para pelanggan. Ia seolah sedang membagi-bagikan makanan, yang masa kedaluwarsanya sangat panjang . Dalam hidupnya, Carl merasa berkeluarga dengan buku. Ia berbagi rumah dengan rak-rak, kertas-kertas berjilid, dan tinta-tinta. Baginya, memulai patroli pengantaran buku sebanding dengan memulai kehidupan setiap harinya. Bila konon dikatakan bahwa buku akan bertemu dengan pembacanya, Carl mencoba memosisikan diri sebagai penunjuk jalannya. @penerbitbaca  👋