Postingan

JALAN RUHANI SEORANG IBU

Gambar
Sumber: Dokumentasi Pribadi Selesai sekali baca. Buatku, isi buku ini bukan pemahaman baru. Namun, justru berperan amat besar sebagai pengingat akan banyak hal. Pengingat akan ruang dalam diri yang perlu kontinu dibersihi dan waktu yang perlu dikosongkan, bukan sekadar diluangkan. Jalan rohani seorang ibu, dalam konteks ini, tidak butuh panggung dan pengakuan. Ikhtiar via kelekatan dengan mushaf, doa, dzikir, saum, sedekah, dan bakti atas orangtua pun suami - bisa jadi senjata tak terlihat, jalur cepat, penjaga, sekaligus bagian dari kelayakan diri menjadi tempat turunnya rahmat dan dicukupkan-Nya pertolongan. Laku ini butuh niat, konsistensi, dan ketulusan dalam gerak yang rutin, berulang, dan bermakna. Apalagi, era ini menghadirkan pribadi yang kadang butuh alasan untuk patuh, pribadi yang mesti ditempa untuk memaafkan berkali-kali, pribadi yang terus diuji: akankah dia akan terus memohon atau berhenti.

THE USE OF ARTIFICIAL INTELLIGENCE IN TEACHING WRITING: IS IT A DYSTOPIA?

Gambar
Sumber Foto: https://www.qiteplanguage.org/majalah Nowadays, technology is required in the learning process. The integration of technology in a classroom shows that there is a transformation in the pattern of learning. This is in line with the educational development process in Indonesia, which follows the development of the era. Asides, students‘ learning necessities become an influential factor. Several technological-based learning tools come along with the transformation, including artificial intelligence (AI) . AI is an intelligent system design which could mimic humans‘ work in the form of automatisation of digital media (Clark, 2020). People’s responses towards AI could be classified into three parts, which are sceptical, flat, and supporting (Tegmark, 2017) . The sceptical group acknowledge AI's existence, yet they are pessimistic about its implementation of it . The flat group tends to welcome AI, yet they must adapt to the technology. The supporting group...

KULIAH PAKAR

Gambar

PELABUHAN TERAKHIR

Gambar
Sumber: Dokumentasi Pribadi Baca beberapa jam, selesai. Salah satu buku hasil nitip dipesankan Pak Suami di lapak online, selain Pak A.R . dan Jejak-Jejak Bijaknya dari Penerbit Imania dan Islamic Montessori Reading & Writing -nya Bentang Pustaka. Subtittle-nya begitu tersurat, kisah kasih dua figur publik, yang kubaca setelah kisahnya Ditto Percussion dan Ayudia Bing Slamet. Pertama tahu dari IG penulisnya, refleks: "Kenapa judulnya itu sih?" Berasa jadul!😁 tapi spill tipis-tipis di kontennya  berhasil bikin penasaran untuk baca versi lengkapnya. Kisah kasih Arda NAFF dan Tantri KOTAK menguatkan, tetapi kisah hidup penulis plus keluarganya yang lebih mencuri perhatian. Selalu kagum dengan cara hidup orang-orang sederhana macam bapak ibunya. Bikin iri dengan cara beliau mengajari adab, cara laku diri, dan memperlakukan orang lain. Sebagai karya pertama, cara menyampaikan cerita sama persis dengan para narablog yang memulai mengisi lamannya. Aroma bertutur semampu, sejuj...

MENGEDIT NASKAH DENGAN MARKAH

Gambar
Sumber: Dokumentasi Pribadi Buku ini super tipis 🫠 seri pertama dari 12 buku Mr. BT a.k.a Bambang Trim, praktisi di bidang editing. Sejak nerima kiriman buku, baca sekilas, sepertinya merujuk pada materi-materi webinar beliau yang dibukukan 🙃 Manual editing dengan markah sudah banyak ditinggalkan untuk saat ini. Peralihan ke pola on-screen editing dinilai lebih efisien, bahkan beberapa fitur menyediakan anotasi perbaikan oleh beberapa editor sekaligus secara real time. Namun, pengenalan penggunaan markah bagi calon editor atau editor pemula dirasa penting untuk menajamkan intuisi. Manual editing dengan markah dilakukan bertahap mulai dengan mengenali tanda atau simbol yang digunakan, menyiapkan naskah yang akan digarap, dan penggunaan alat sederhana (pensil warna, spidol, dsb). Markah biasanya dibubuhkan dalam teks dan pada margin. Markah bisa coba diramban dengan kata kunci copy editing mark atau proofreading mark.

HATI YANG GEMBIRA ADALAH OBAT

Gambar
Sumber: Dokumentasi Pribadi Buku ini hidupnya Sophie banget, yang kali pertama kudengar dari sang suami -Pongki Barata- di siniar All U Can Hear 😀 Seperti tipikal ujian bagi manusia lainnya, Sophie diberi kesempatan oleh Tuhan untuk banyak belajar dari 'pertempuran' hubungan internal dalam keluarga. Sophie banyak cerita bagaimana harus berpanjang sabar, melembutkan hati, dan menormalisasi sengatan ketidaknyamanan sebagai langkah awal untuk mengenali penerimaan. Bagiku, kesediaan untuk tidak menyimpan kesalahan orang lain ialah deskripsi cerita yang paling terasa 🤍

HIDUP SEDERHANA

Gambar
Sumber: Dokumentasi Pribadi Membaca buku ini mengulang pengalaman yang sama dengan laku baca buku Desi Anwar sebelumnya. Penuh catatan sederhana, 53 tulisan seperti disepuh dari buku diary: dekat, lekat, tanpa sekat. Siklusnya pun agak beragam, ada cerita masa kecil hingga era dewasa yang penuh muatan. Kisah 'Menjadi Kanak-Kanak' terfavorit, mengajak berefleksi untuk tidak angkuh mengakui kebodohan diri, mengonfrontasi dengan mengecilkan volume selirih mungkin, mundur sebentar, membiarkan diri pada proses yang tidak instan agar tidak terulang.  Dunia orang dewasa yang mudah melakukan penghakiman bisa jadi memang monokromatik (Hal. 16). Pengingat diri pula bahwa mengetahui aib seseorang tidak otomatis menyulap diri menjadi suci. Kisah 'Sakit' mengajak pembaca peka atas alarm diri. Tubuh, perilaku, sikap orang lain adalah alat pengingat atas hal-hal yang sangat mungkin salah karena abai, kengototan, ketidaktahuan, atau kekhilafan (Hal. 91). Jalan pelan-pelan, menangkap mo...