TEACHING WITH HUMOR


Butuh waktu lamaaa sekali untuk menyelesaikan buku ini 😊 sungguh magerku tak teratasi dengan komitmen untuk baca buku minimal 15 menit/hari. Dalam proses baca, kontennya menurutku fluktuatif sekali: bagian awal berhasil menimbulkan euforia, bagian akhir beneran tinggal sisa-sisa tenaga saking nahan bosan baca pemodelannya 😊

Bagian awal menghadirkan format opini-esai yang komunikatif. Keempat penulisnya tidak hanya menghidangkan pengalaman memberdayakan humor dalam pembelajaran, tetapi juga membagikan perspektif bahwa humor sebagai produk kebudayaan yang tidak bebas misi. Sisi urgen menghadirkan humor kompak disampaikan, sembari mengingatkan potensi konflik akibat interaksi dalam konteks over-sensitive macam agama, kelas sosial, dan gender.

Dalam konteks pembelajaran, humor bisa digunakan sebagai jalan ninja untuk menghidupkan suasana dan menyuguhkan energi positif. Strategi pedagogi tersebut bisa diimplementasikan oleh warga kelas atas komando guru atau dosen. Semua penulis meyakinkan bahwa teaching w/ humor adalah sebuah proses. Tidak ada instan-instannya sama sekali 😊 Artinya, bisa berlaku bagi mereka yang tidak natural born funny, walau kadang mereka memilih untuk mencukupkan diri terkait kapasitas pedagogi.

Kata-kata yang baru bagiku:
Konsesi
Silvikultur
Eutrapelia
Eutrapelos
Bomolochia
Agroikia
Fiskus
Geriatri
Asertif
Destruktif
Magasin
Biograffiti
Subkutan
Intraperitonial
Sonde
Wawas
Piktogram
Pseudosains
Prankvertising
Shockvertising
Demonisasi
Gelopolitics
Kooptasi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

THE USE OF ARTIFICIAL INTELLIGENCE IN TEACHING WRITING: IS IT A DYSTOPIA?

THE GHOST WRITER

POJOK BACA KELUARGA SEBAGAI PENDUKUNG HABITUS LITERASI