Postingan

MISKONSEPSI PENDIDIKAN LITERASI

Gambar
  Sekolah merupakan salah satu tempat penyemaian budaya literasi. Sejak tahun 2014/2015 p emerintah menggaungkan upaya penguatan budaya literasi di setiap jenjang pendidikan melalui p rogram Gerakan Literasi Sekolah (GLS ) . Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 23 Tahun 2015 dinyatakan bahwa GLS juga diarahkan untuk memperkuat penumbuhan budi pekerti peserta didik . Hal tersebut urgen dan relevan dengan perkembangan zaman yang ditandai dengan makin meningkatnya kuantitas informasi, perubahan format beberapa aspek kehidupan ke dalam lingkup digital, dan kebutuhan pengguna ( user ) akan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan berpikir kritis dalam berbagai bidang kerja. Selang lima tahun berjalan, bagaimana progres implementasi program GLS kini? Dalam pelaksanaannya, GLS mendapat dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan ( stake holder ) penyelenggara, dalam hal ini sekolah yang mengimplementasikan program GLS. Berdasar observasi aw...

MEMBIDIK KETUNTASAN TRI DHARMA DALAM RUANG VIRTUAL

Gambar
Penetapan masa pandemi COVID-19 mulai bulan pertengahan Maret lalu membawa perubahan dalam tatanan pelaksanaan pendidikan, termasuk pendidikan di jenjang perguruan tinggi. Saya masih ingat, ketika itu awal semester Genap 2019/2020 baru saja dimulai. Saya baru sempat dua kali melakukan perkuliahan tatap muka. Semangat dan optimisme sedang amat menyala dan tersurat jelas di setiap wajah mahasiswa. Keputusan penyelenggaraan perkuliahan daring ( online ) oleh pemerintah mesti direalisasikan dengan amat segera, termasuk di Universitas Negeri Semarang (UNNES). Pihak kampus segera menyusun dan menetapkan berbagai kebijakan internal dengan mempertimbangkan berbagai aspek, khususnya terkait protokoler kesehatan. Tak berselang lama, rektor mengeluarkan surat keputusan bagi kami, seluruh civitas akademika. Hakikatnya, penyelenggaraan dan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pengajaran (perkuliahan), penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat tidak diberhentikan. Tri Dharma tahu...

PENELITI DAN PENGABDI BERPRESTASI 2020

Gambar
  Alhamdulillah. Agak kaget juga ini dapat info mengenai rilis nama Peneliti dan Pengabdi Berprestasi Universitas Negeri Semarang 2020. Tahun-tahun sebelumnya belum pernah ada. Usut punya usut, ternyata ini semacam apresiasi atas kinerja peneliti dan pengabdi tahun 2019 lalu. Secara pribadi, tidak ada target apapun sih tahun lalu. Intinya menjalankan proses meneliti dan mengabdi semaksimal mungkin saja. Hanya, "energi internal" tahun lalu memang agak berbeda. 1. Observasi awal sebelum penelitian dan pengabdian amat maksimal, sehingga ketika proses menyusun proposal tinggal bikin mind mapping , ngembangin gaya " story telling " dalam menyusun latar belakang, dan cermati kembali tiap inci panduan penulisannya.  2. Mencermati dan menerapkan ilmu yang diperoleh saat diskusi terpumpun mengenai penelitian dan pengabdian dengan para senior keren: Prof. Amin, Drs. Sunyoto, Dr. Isti, Dr. Nana, Prof. Ocky, dan hmmm... satu lagi dari Teknik Kimia - UNDIP (lupa nama beliau). 3....

KOMPETISI PENULISAN ARTIKEL JURNALISTIK KEMDIKBUD RI

Gambar
  Alhamdulillah. Tahun ini finis di posisi 6 besar lagi. Masih sama seperti tahun lalu. Not bad lah ya 😂 Ada 3 portofolio karya yang saya ikutsertakan. 1. Menjaga Ekosistem Perbukuan (Tribun Jateng) 2. Di Mana Mahasiswa Bisa Publikasi Karya? (linikampus.com) 3. Minimalkan Literacy Shaming (Tribun Jateng) Panitia mengonfirmasi artikel terakhir lah yang masuk penilaian tahap akhir. Artikel tersebut terpantik dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang saya lakukan tahun lalu. Tahun depan posisi berapa? Belum tahu lah 😆 Yang pasti saya akan terus membaca, membaca, membaca, dan menulis! 💛 Terima kasih, Biro Kerja Sama dan Humas Kemdikbud RI. Terima kasih, Tribun Jateng. Terima kasih, LPPM Universitas Negeri Semarang.

50 KISAH TENTANG BUKU, CINTA, & CERITA-CERITA DI ANTARA KITA

Gambar
  Selesai. Buku tentang buku ini menjamu pembaca dengan berbagai sajian. Pilihan menunya beragam, ▪︎Masa depan perbukuan ▪︎Buku-buku yang merawat ingatan ▪︎Men-display buku di benak pembaca ▪︎Mengintai pasar buku digital ▪︎Sekolah perbukuan di Jerman ▪︎Mode bertahan para penerbit buku ▪︎Kiamat buku cetak ▪︎Kampanye zero defect para editor Hmm... semuanya lezat untuk disantap 🥴 Menu yang terakhir cukup menawan. Sajian itu menggambarkan kinerja editor di balik layar penerbitan. Paradoksal, makin lama naskah 'dipelototi' makin tak berkurang kesalahan yang ditemui 😆 Meski cara kerja editor penuh kehati-hatian dan 'selalu curiga' di hadapan sebuah naskah, tetap saja konfirgurasi otak editor sering melakukan auto-correct sendiri. Kadang kesalahan yang muncul memang hanya satu karakter. Namun, bila yang tidak lolos editing tersebut ternyata nama sebuah merek dagang, bagian dari judul di bagian sampul depan, atau mengakibatkan perubahan makna, celaka! Amatlah rugi bila mesti ...

REORIENTASI MAJALAH SEKOLAH

Gambar
  Proses pembelajaran tidak hanya dilaksanakan melalui kegiatan belajar mengajar ( hardskill ) saja, tetapi mesti ditunjang pula dengan pengembangan softskill peserta didik. Salah satu implementasi penunjang tersebut ialah kegiatan ekstrakurikuler. Setiap sekolah memiliki kegiatan ekstrakurikuler yang beragam untuk kemudian ditawarkan kepada peserta didik. Bersifat tawaran karena peserta didik memiliki kebebasan menentukan pilihan. Beberapa yang ditawarkan, antara lain ekstrakurikuler bidang olahraga, bidang musik, bidang kepemimpinan, hingga bidang jurnalistik. Pembinaan kegiatan ekstrakurikuler bertujuan untuk mengembangkan kepribadian, bakat, minat, dan kemampuan di bidang-bidang tersebut di bawah binaan guru pendamping. Ekstrakurikuler jurnalistik menjadi salah satu pilihan yang diminati peserta didik. Selain sebagai wadah pengembangan minat, ekstrakurikuler ini juga dapat dimanfaatkan untuk menampung ekspresi tulis, sinematografi, fotografi, dan ajang unjuk karya peserta did...

MEMASYARAKATKAN BUKU

Gambar
Penyebaran virus Corona membawa perubahan yang cukup besar dalam pola kehidupan masyarakat saat ini. Setidaknya, imbauan dari pemerintah agar masyarakat melakukan pembatasan fisik ( physical distancing ) dan mengurangi aktivitas di luar rumah telah membentuk rutinitas baru. Hal tersebut juga memberi pengaruh pada ruang gerak fisik masyakarat. Kondisi ini menuntut masyarakat untuk berinovasi dalam mengupayakan dan mengakses aktivitas edukatif dengan tetap menjaga jarak aman, termasuk dalam aktivitas berliterasi. Lalu, bagaimana cara menjaga keberlangsungan aktivitas berliterasi saat isolasi? Peralihan dengan penyesuaian perlu mulai digagas ulang kini. Seperti halnya, momen peringatan Hari Buku Nasional beberapa waktu lalu yang dirayakan secara berbeda tahun ini. Perayaan dominan diselenggarakan secara daring ( online ) oleh banyak komunitas dan pegiat literasi, serta pelaku industri perbukuan. Berbagai sajian virtual dihidangkan dengan ramuan yang beragam. Diantaranya, kelas-kelas pe...