Postingan

DIGITAL PARENTING UNTUK GENERASI MILENIAL

Gambar
Sumber: Dokumentasi Pribadi Anak zaman old bangun tidur tanya: “mama mana?” Anak zaman now bangun tidur tanya: “hp mama mana?” Demikian bunyi status salah satu sejawat di akun media sosial miliknya beberapa hari yang lalu. Status tersebut berisi pernyataan yang memaparkan kenyataan. Betapa generasi milenial kini sudah sedemikian “lengket” dengan perangkat digital, sehingga menjadi barang yang kali pertama dicari.   Dalam keseharian kini, kita mudah mendapati anak-anak bermain gawai ( gadget ) dengan leluasa. Bahkan, aktivitas tersebut dilakukan oleh anak usia di bawah lima tahun (balita) dan saat berada di dekat orang tuanya. Nyaris pada setiap kesempatan yang ada, saat menunggu pesanan makanan datang misalnya. Bukan lagi pemandangan langka ketika kita mendapati dalam satu meja, anak-anak dan orang tua sibuk dengan telepon pintar masing-masing. Anak begitu familier dengan berbagai fitur yang ditawarkan, bebas berselancar, betah menunduk menatap layar dan diam. Mereka...

MENYIAPKAN GENERASI LITERAT

Gambar
Sumber: Dokumentasi Pribadi Ayah… Bunda… Bacakan aku buku Baca buku… Membuat aku tahu Penggalan lirik lagu tema ( theme song ) Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku (Gernas Baku) di atas menggambarkan keinginan anak untuk didampingi saat aktivitas membaca. Atau, bisa pula diartikan meminta keterlibatan orang tua untuk membaca bersama ( shared reading ). Gernas Baku diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga, yang dicanangkan mulai 5 Mei 2018 lalu. Gernas Baku mendesak digiatkan mengingat jarak yang makin jauh antara anak dan buku dewasa ini. Selain, memang sangat urgen untuk segera menyiapkan anak menghadapi tuntutan penguasaan kecakapan beragam literasi (multiliterasi), termasuk di dalamnya ialah literasi baca tulis. Kecenderungan opsi bermain gawai ( gadget ) yang lebih tinggi, mengharuskan berbagai pihak turut andil mencari solusi untuk mengalihkan, syukur dapat menjauhkan. Kemudahan mengakses interne...

AS AN EDITOR (2)

Gambar
Judul: Metode Penelitian Kuantitatif (Analisis Isi dan Analisis Data Sekunder) Penulis: Nanang Martono, Ph.D. Tahun Terbit: 2010 Penerbit: Rajagrafindo Persada ISBN:  9797697495 Editor Bahasa: Santi Pratiwi Tri Utami, M.Pd. https://books.google.co.id/books?id=tUl1BgAAQBAJ&dq=santi+pratiwi+tri+utami&hl=id&source=gbs_navlinks_s

Best Practices Keterampilan Dasar Mengajar Guru Bahasa Indonesia Berdasarkan Aspek Kualifikasi Pendidikan di SMP dan SMA

Gambar
Sumber Gambar:  http://ensiklopediaguru.blogspot.com/2016/08/keterampilan-dasar-mengajar.html Abstrak Penguasaan keterampilan dasar mengajar merupakan salah satu unsur yang mempengaruhi kualitas proses pembelajaran. Penguasaan tersebut memungkinkan guru mampu mengelola kegiatan pembelajaran yang efektif, termasuk dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMP dan SMA. Pemahaman dan penerapan keterampilan dasar mengajar guru bahasa Indonesia di SMP dan SMA masih beragam hingga kini. Terdapat perbedaan standar atau kaidah dalam implementasi keterampilan dasar mengajar, salah satunya bila dilihat dari sisi kualifikasi pendidikan. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini ialah b agaimana kah best practices keterampilan dasar mengajar guru bahasa Indonesia dilihat dari aspek kualifikasi akademik di SMP dan SMA?. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif dengan sumber data guru bahasa Indonesia SMP Negeri 13 Semarang dan SMP Negeri 21 Semarang . Pe...

KONSEP LITERASI DIGITAL BAGI ANAK USIA PRAREMAJA DAN REMAJA

Gambar
Sumber Gambar:  https://www.slideshare.net/banyumurti/literasi-digital-untuk-remaja Abstrak Umumnya, akun media sosial mensyaratkan penggunanya berusia di atas 13 tahun. Namun dalam praktiknya, banyak anak yang berusia di bawahnya yang telah aktif menggunakan media sosial. Anak-anak usia praremaja (9-12 tahun) dan remaja (12-16 tahun) merupakan pengguna yang paling riskan terkena dampak negatif penyalahgunaan media sosial. Perilaku negatif akibat mengindahkan etika bermedia sosial akhir-akhir ini banyak ditemukan, antara lain perundungan (cyberbullying), ujaran kebencian, penyebaran informasi bohong (hoax), radikalisme, dan sexting (mengirim, menerima, dan meneruskan pesan dan gambar berkonten seksual). Dampak-dampak negatif itulah yang dikhawatirkan oleh para orang tua akhir-akhir ini. Sekitar 80% anak dan remaja mengalokasikan waktu untuk aktivitas bermedia sosial setiap hari. Mencermati kompleksnya dampak negatif aktivitas bermedia sosial, maka perlu inisiatif penyuluh...

THE ANALYSIS OF PERFORMANCE SUB-PUBLISHING OF UNIVERSITY IN CENTRAL JAVA AS THE DEVELOPMENT OF TEACHING MATERIAL IN EDITING COURSE

Gambar
Sumber Gambar:  https://kafulamwila.com/toward-a-zambia-genre-publishing/ Abstract Editing course aims to create educated workforce as editors who are a creative worker of publishing industry.   There is an opportunity in the open creative industry and the urgency of providing human resources as a creative worker is a challenge. Internally, there must be strengthening effort from the academic side with the development of teaching material. Sub-publication in every university is one of the stake holders that can be used as a reference source in the development and enrichment. The diversity of publishing specifications currently happens in-depth study. The issues study in this research is how is the flow performance of the sub-publication of university in Central Java? This study use qualitative descriptive design. The samples of the study were Muhammadiyah University UMS Surakarta Press, UPT of PGRI Semarang University Press, and Business Development Agency of Unnes P...

TINJAUAN KUALITAS KEBAHASAAN ARTIKEL ILMIAH TERPUBLIKASI SEBAGAI IMPLEMENTASI SURAT EDARAN DIKTI NO. 152/E/T/2012

Gambar
Sumber Gambar: https://www.dictio.id/t/apakah-hal-yang-penting-yang-diajarkan-crosby-mengenai-manajemen-kualitas/22005 Abstrak Menulis karya ilmiah merupakan tuntutan formal akademik perguruan tinggi. Peranan paling mendasar ialah memperkaya khasanah keilmuan dan mengukuhkan paradigma keilmuan penulis, baik mahasiswa maupun dosen, dalam bidang keilmuan yang ditekuni. Saat ini, selain sisi kualitas , publikasi karya ilmiah juga digalakkan. M elalui SE Dirjen Dikti Nomor 152/E/T/2012, publikasi karya ilmiah merupakan persyaratan kelulusan bagi mahasiswa. Dalam hal ini, publikasi ber bentuk artikel ilmiah. Terkait kebijakan tersebut, beberapa pihak mengkritisi kualitas artikel ilmiah yang dipublikasikan. Mereka menyangsikan tingginya kuantitas artikel ilmiah yang terpublikasi akan berkorelasi dengan kualitasnya.   Hal tersebut dapat dimaklumi, bila sekadar menggunggah saja, tentu capaian kuantitas saja yang didapat. Artikel ilmiah yang layak publikasi harus mem...